Atasi Stress Dengan Aromaterapi

Tidak ada komentar 205 views

Jakarta, (DOC) – Aromaterapi bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi stres yang biasa dialami kaum urban dengan berbagai kesibukan yang dilakukannya.

Praktisi aromaterapi Evita Zoraya, 41, mengatakan ada beberapa jenis aroma yang dapat sebagai terapi untuk mengurangi stres, salah satunya wewangian lavender yang berfungsi menenangkan. Lalu wangi rose, yang dapat menstabilkan detak jantung. “Manfaat aromaterapi membuat perasaan damai, nyaman, tenang, dan percaya diri,” kata Evita.

Aromaterapi umumnya berbentuk minyak essensial, yang biasa digunakan di tempat spa atau klinik kecantikan dan kesehatan holistik untuk membuat pengunjungnya lebih rileks dan betah.

Bagaimana dengan di rumah? Berikut ini beberapa tips memilih aromaterapi untuk di rumah.

1. Kamar Tidur

Kamar tidur adalah tempat beristirahat setelah sibuk beraktivitas seharian. Anda memerlukan mood yang tenang dan rileks. Aromaterapi berbasis floral seperti mawar dan lavender cocok untuk ruangan kamar tidur karena efeknya yang menenangkan.

2. Ruang Tamu

Ruang tamu sebaiknya memberi suasana yang bersahabat, agar orang yang berkunjung ke rumah Anda merasa nyaman dan disambut dengan baik. Upaya menciptakan mood tersebut, Evita menyarankan untuk menggunakan aromaterapi yang punya efek ‘warm’ seperti campuran kayu manis, oranye dan sedikit Rosemary.

3. Ruang Keluarga.

Pilih aroma yang membuat betah, bisa menjadikan Anda mengobrol lebih terbuka, suasana lebih enak, dan tidak ingin buru-buru pergi. Beberapa wewangian yang bisa Anda coba di antaranya, Grapefruit, Geranium, dan Rosemary.

4. Dapur & Ruang Makan

Sebagai tempat berbagai macam aroma, mulai dari aroma masakan, bumbu dapur, asap makanan sampai kompor gas, Anda memerlukan aromaterapi yang punya efek deodorizer. Pilih aroma yang berfungsi ‘menyerap’ dan menghilangkan bebauan kurang sedap.

“Pilih aroma Spearmint dan Maychang (berbentuk seperti batang sereh/lemongrass),” kata Evita yang bekerja di Aromatherapy & Life Coach Center Scentsibility itu.

Dia menyarankan untuk di rumah sebaiknya menggunakan oil burner, yaitu sejenis alat bertenaga listrik yang dapat memanaskan minyak essensial pada suhu tidak terlalu tinggi, sehingga uap dari minyak dapat keluar dan menebarkan aromanya.

Bisa juga dengan cara membakar lilin untuk memanaskan minyak esensial. Sebaiknya hanya dipanaskan selama satu jam. “Pemanasan yang terlalu lama bisa menghilangkan manfaat aromaterapi,” kata Evita.

Cara lainnya dengan menggunakan cold diffuser, yaitu menguapkan minyak essensial tanpa pemanasan. Bila tidak punya cold diffuser, bisa menuangkan beberapa tetes minyak ke wadah khusus dari kayu-kayuan. Minyak akan menyerap ke kayu, dan ketika menguap, aromanya akan menyebar.

Evita mengatakan pemanasan menggunakan alat listrik 5 watt lebih baik dibandingkan dengan pemanasan dengan menggunakan lilin, karena panasnya stabil dan tidak merusak susunan kimia bahan aroma terapi itu. (kbel/r4)