Atribut Capres Marak, Bakesbangpol Diam

Tidak ada komentar 185 views

Surabaya, (DOC) – Jadwal pelaksanaan kampanye Pilpres masih belum ditetapkan. Meski demikian, berbagai atribut dan baliho dukungan dari simpatisan maupun pendukung partai politik terkait pasangan Capres mulai menghiasi sudut Kota Surabaya.
Berbagai spanduk dan baliho dari masing—masing Capres Prabowo-Hatta maupun Jokowi—Jusuf Kalla mulai terpasang. Baik foto pasangan, maupun gambar—gambar sosialisasi pengenalan dari tokoh yang diusung ini.
Dari pantauan media ini dukungan itu beberapa didapati di kawasan ruas protokoler Surabaya. Diantaranya, Jalan Darmo, Kusuma Bangsa, dan Genteng. Pemasangan bahkan mulai terlihat sejak lima hari lalu.
Pihak Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (BaksebangPol Linmas) Surabaya masih berpangku tangan.’’Ya memang kami sudah memantau adanya pemasangan tersebut. Sejauh ini memang belum ada penindakan,’’ kata Soemarno Kepala BakesbangPol Linmas Kota Surabaya, siang tadi (3/6/2014).
Dikatakan dia, baru hari ini pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga penyelenggara Pilpres tingkat Kota. Sehingga, adanya toleransi tersebut setidaknya menjadi angin segar bagi pendukung masing—masing pasangan capres memasang atribut dukungan.
Hanya saja, menurut Soemarno proses pemasangan diminta untuk tidak melanggar dari aturan terkait pemasangan baliho dan spanduk. Diantaranya, tidak memasang di taman kota, pedestrian jalan, maupun di tempat—tempat fasilitas umum.’’Kalau ketahuan akan kami tertibkan langsung,’’ tegas dia.
Ditambahkan mantan pelatih Paskibra Pemkot Surabaya ini, adanya aturan regulasi pemasangan maupun penertiban berada di ranah penyelenggara pemilu. Pihak BakesbangPol Linmas Surabaya hanya akan bergerak jika dimintai bantuan.’’Jadi bukan sepenuhnya berada pada tanggung jawab kami,’’ pungkas Soemarno.
Sementara itu, adanya pemasangan baliho dukungan Capres dinilai hal yang lumrah oleh Whisnu Sakti Buana Ketua DPC PDIP Kota Surabaya. Sebab, pemasangan tersebut menunjukkan euforia partisipasi masyarakat dalam pemilihan yang digelar setiap lima tahun sekali.
Whisnu mengatakan, setidaknya adanya pemasangan baliho tersebut bukan merupakan hal yang negatif. Khususnya, terkait kalimat yang tidak cenderung menyudutkan salah satu pasangan, maupun black campaign.’’Kalau perlu nanti dipasang lah, Terimakasih bagi warga Surabaya karena turut menyukseskan pemilu,’’ ujarnya seraya tersenyum. (ist/r4)