Awas Krokodil, Narkoba Baru Lebih Ganas!

Tidak ada komentar 478 views

Surabaya, (DOC) – Hati-hati bagi pengguna narkoba aktif. Saat ini sedang marak jenis narkoba asal Rusia yang mampu membuat daging penggunanya membusuk. Narkoba itu dikenal dengan jenis narkoba krokodil.

Narkoba yang baru merambah kawasan Asia ini merupakan produk rumahan di Rusia. Memang, penggunanya akan lebih menikmati 10 kali lipat dari mabuknya penggunakan narkoba biasa. Yang menjadi daya tarik, selain efek penggunaannya (fly, istilah mabuk untuk narkoba, red) harganya juga sangat murah. Saking murahnya dan bisa dijangkau itulah yang mudah disukai pecandu narkoba. Tapi hati-hatilah yang narkoba jenis ini.

Ya, narkoba ini bisa dibilang paling ganas di antara jenis narkoba lainnya. Bagaimana tidak, narkoba itu memiliki efek sangat mengerikan dibanding jenis narkoba lain. Sebab, pecandu narkoba itu bakal kehilangan daging di tubuhnya satu persatu lantaran membusuk. Daging yang semula melekat perlahan-lahan membusuk karena digerogoti kuman, dan dengan sendirinya terlepas sehingga tulang penderitanya terlihat.

Penggunaannya mirip pengguna putauw. Biasanya, bubuk krokodil diletakan pada lempengan atau sendok lalu dipanaskan hingga mencair. Cairan itu yang disedot dengan alat suntik lalu disuntikan ke bagian tubuh penggunanya, bisa tangan atau lengan.

Dilansir dari Time, jika  menyuntikan obat ini, kulit Anda akan berubah menjadi kehijauan dan bersisik seperti buaya. Ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah dan kematian jaringan di sekitarnya. Sudah dapat dipastikan, matinya jaringan daging itu membuat pembusukan. Sebenarnya, amputasi adalah hal yang paling mujarab, namun kadang ada penderitanya yang enggan melakukan itu. Harapannya, efek narkoba itu bisa disembuhkan. Apa daya, jika dibiarkan maka daging akan membusuk hingga tulang penderitanya kelihatan. Jika pecandu narkoba sudah sangat kecanduan, maka daging beserta kulit pengguna akan jatuh seperti meleleh dari tubuh.

Tak hanya itu, narkoba ini juga menyebabkan pneumonia, keracunan darah, kerusakan arteri bahkan meningitis. Krokodil diambil dari nama jalanan desomorfin (jenis narkotika, red). Krokodil merupakan zat adiktif pengganti heroin yang sangat terkenal di Rusia. Informasinya, krokodil ini terbuat dari campuran senyawa, yang digunakan dalam proses pembuatan desomorphine.

Narkoba jenis ini menyebabkan gangguan otot, fosfor, yang menyerang jaringan tulang, dan admixtures berbahaya logam berat seperti seperti besi, seng, timah dan antimony. Hasilnya, sistem saraf, ketidakseimbangan mineral, dan radang hati serta ginjal terganggu. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan krokodil adalah fosfor codeine, yodium dan fosfor merah. Krokodil dibuat dengan sangat tidak murni dan rawan terkontaminasi dengan produk sampingan beracun. (berbagai sumber/r4)