Ayah Cabuli Anak Tiri Hingga 5 Tahun

Tidak ada komentar 60 views

*Korban Selalu diancam akan dibunuh

Surabaya, (DOC) – Selama lima tahun, Mawar, 16 nama samarannya harus menjadi budak nafsu bagi ayah tirinya. Mawar digelayuti ketakutan lantaran selalu diancam akan disakiti bahkan dibunuh bila tidak menuruti ajakan ayah tirinya.

Tidak tanggung-tanggung, Mawar menyimpan duka penderitaan menjadi pelampiasan birahi ayahnya, sejak dirinya berumur 11 tahun. Beruntung, ulah bejat sang ayah tiri itu akhirnya terungkap petugas, hingga sang ayah tiri dijebloskan ke sel tahanan.

Ayah tiri bejat itu bernama M Ridoi, pria 45 tahun asal Jalan Ngagel Mulyo Gang VII No.28 Surabaya. Pencabulan itu dilakukan Ridhoi pasca dirinya menikahi ibu kandung korban pada tahun 2012. Rodhoi memanfaatkan sepinya tempat tinggal korban karena ibunya (istri Ridhoi) pergi ke pasar. Dengan penuh nafsu, Ridhoi menindih tubuh Mawar yang saat itu masih kelas 6 SD. Tepatnya pada pukul 07.00 Wib di daerah Gedangan Sidoarjo.

“Merasa aman, tersangka (Ridhoi, red) akhirnya menyetubuhi korban berulang-ulang. Tapi setelah korban menginjak SMP, korban sudah berani melawan. Tapi oleh tersangka, korban terus diancam,” sebut Kanit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Selasa (20/2/2018).

Memang, Ridhoi ditangkap oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, setelah mendapat laporan dari keluarga korban. Sebab pada tahun 2017 dan awal 2018, korban terus disetubuhi Ridhoi di sebuah kos-kosan di Jalan Bratang Gede Surabaya. “Yang melapor ke kami adalah paman korban. Itu setelah korban bercerita kepada pamannya, karena diancam akan dibunuh oleh tersangka,” beber Ruth.

Setelah mendapat laporan, Tim Unit PPA Polrestabes Surabaya langsung melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk korban. Setelah mendapat alat bukti yang cukup, tim ini akhirnya menangkap Ridhoi di rumah asalnya, pada Senin (19/2/2018) malam. Kendati sempat mengelak melakukan pencabulan, namun setelah dihadapkan ke korban dan keluarganya, Ridhoi akhirnya tak berkutik. Dia mengakui semua perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan, Ridhoi bahkan sudah lupa berapa kali memaksa anak tirinya itu untuk melayani nafsu birahinya.

Terkait pengancaman yang dilakukannya, Ridhoi sempat berdalih. Namun akhirnya dia mengaku bahwa sempat beberapa kali mengancam korban dengan solder listrik. Sebab memang, Ridhoi merupakan tukang service televisi. Ancaman itu juga dikeluarkan Ridhoi kepada korban, jika tak melayani nafsunya, korban tidak akan diberi uang saku untuk sekolah.

“Saya tidak tahu, mengapa saat melihat dia (korban), nafsu saya langsung meningkat. Saya menyesal,” aku Ridhoi kepada penyidik.

Ternyata, terungkap fakta pula bahwa Ridhoi juga sempat memaksa kakak kandung korban. Tapi karena kakak kandung korban sudah besar, kakak kandung korban berhasil melawan.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ridhoi harus mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Surabaya.
“Dia bakal dijerat Pasal 82 U RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tutup Ruth Yeni. (Nps)