Bagi Hasil Purabaya Tambah Ruwet

Tidak ada komentar 106 views

Surabaya, (DOC) – Merasa dirugikan atas permintaan DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terkait pembagian sebesar 20 persen dari hasil bersih pendapatan terminal Purabaya. Anggota komisi A Dewan Kota Surabaya mendesak pemkot Surabaya untuk memanggil perwakilan rakyat serta Pemkab Sidoarjo guna membahas ulang bentuk kerjasama.
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Irwanto Limantoro mengatakan selama ini Pemkot Surabaya selalu rugi. Dengan pembagian hasil 70 persen buat Pemkot dan 30 persen buat Sidoarjo. Namun perawatan serta pengelolahan terminal diserahkan oleh pemerintah kota surabaya.
Padahal hasil kotor tiap tahunnya hanya senilai Rp. 5 miliar, yang kemudian dibagi Rp, 3,5 miliar buat Pemkot Surabaya dan sisanya sebesar Rp. 1,5 miliar buat Pemkab Sidoarjo, namun perawatn serta pengelolahan Purbaya diserahkan oleh Surabaya. Sedangkan untuk biaya operasional terminal Purbaya setiap tahunnya menghabiskan anggaran Rp. 4 miliar.
“ Setiap tahunnya Pemkot rugi, karena hasilnya tidak seimbang dengan biaya pengeluarkan perawatan yang begitu besar,” kata Irwanto Limantoro. Kamis (13/6/2013).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat ini menuturkan, meskipun pada tahun mendatang Sidoarjo meminta 20 persen dan surabaya 80 persen dari hasil kotor. Pemkot masih rugi karena tidak sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Untuk itu lanjut Cak Ir panggilan akrabnya ini mengjelaskan saat ini para wakil rakyat meminta dari hasil terminal dibagi rata 50 persen.
”Ya dibagi sama rata 50 persen Pemkab sidoarjo dan 50 persen Pemkot Surabaya, dan untuk pengelolahannya ditanggung bersama,” ujar Cak Ir. Lebih lanjut ia menuturkan dirinya menyarankan baik Pemkot Surabaya maupun Pemkab Sidoarjo menggelar hearing ulang. Dengan harapan, kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan terkait bagi hasil Terminal Purabaya.
“Saya berharap, kedua belah pihak menghentikan perdebatan soal masalah bagi hasil. Karena, saat ini yang terpenting adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Terminal itu kan bagian dari pelayanan, bukan sarana mencari keuntungan,” pungkasnya. (r4)