Bahas Raperda HIV-AIDS, Pansus Minta Masukan LSM

Tidak ada komentar 128 views

Surabaya – Komisi C DPRD Surabaya berupaya mencari masukan dari berbagai elemen masyarakat guna mencegah dan  menanggulangi  penyebaran penyakit HIV-AIDS. Anggota Pansus raperda HIV-AIDS, Agus Santoso mengatakan, pihaknya masih mambahas kajian teknis tentang cara pencegahannya. Dikhawatirka data penderita yang tercatat sekitar 5.575 orang tersebut tdiak sama dengan yang ada di lapangan.

“Jangan sampai yang dicatat tdiak sama, yang tercatat hanya namanya. Untuk itu perlu pengawasan” papar Ketua Badan kehormatan, Jumat (25/1/2013)

Untuk mendapatan masukan tentang pencegahand an penanggulangan, pihaknya akan mengundag sejumlah stake holder, diantaraya kalngan LSM yang peduli terhadap para penerita HIV-AIDS. Agus mengharapkan, penyebaran HIV-AIDS bisa ditekan. Pasalnya, Saat ini Surabaya menempati peringkat pertama jumlah penderita HIV-AIS sejawa timur. Ia Khwatir dengan penutupan sejumlah lokalisasi yang dilakukan oleh pemkot Surabaya malah memudahkan  penyebaran penyakit berbahaya ini.

“Yang kita takut penyebarannya. Saat ini pemkot melakukan pengetatan dngan menutup lokalisasi. Nah, bagaimana memantau penderiata agar tdiak kesana-kemari” katanya.

Agus Santoso mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran, pansus raperda HIV-AIDs mengusulkan pengobatan bag penderita gratis.

“yang terinfeksi kan banyak Ibu rumah tangga. Jika dikenakan biaya, iya kalau mampu, jika tdiak.” Tegas anggota Fraksi partai democrat ini.

Pemberian fasilitas gratis untuk pengobatan itu, dimaksudkan agar penderita rajin melakukan pengobatan. Sebelum raperda HIV-AIDS ini disahkan, untuk keperluan berobat penderita bisa menggunakan Surat Keterangan tidak mampu atau SKTM. Untu kebutuhan pencegahan dan pennaggulangan HIV-AIDS di Surabaya, Dinas kesehatan Kota Surabaya selama ini menganggakna sekitar 1 miliar. (K-4)