Bajak – Membajak Kepala Daerah Kurang ber Etika, Mendagri Anggap Kaderisasi Parpol Lemah

foto : Mendagri RI Tjahyo Kumolo

Surabaya,(DOC) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahyo Kumolo, menilai bahwa kiprah partai politik dalam melakukan kaderisasi anggotanya dianggap telah gagal.

Hal ini terbukti dengan aksi bajak – membajak kepala daerah untuk maju dalam setiap pemilihan kepala daerah(Pilkada), tak terkecuali Pilkada Gubernur Jatim 2018 mendatang.

“Hal ini membuktikan kaderisasi partai gagal. Apalagi pada Pilgub Jatim 2018 mendatang. 2 kepala daerah yang masih aktif menjabat sudah di calonkan,” ucap Tjahyo disela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Indonesia, di Surabaya, Senin(27/11/2017) kemarin.

Dalam Pilkada serentak 2018 mendatang, terdapat 171 daerah yang akan melaksanakannya. Tak sedikit para calon yang masih aktiv menjabat sebagai kepala daerah, sudah dibajak untuk mendampingi sebagai wakil maupun kepala daerah.

Aksi bajak-membajak kepala daerah ini, lanjut Tjahyo, menunjukkan rapuhnya kaderisasi partai dalam membentuk pemimpin unggulan. Selain itu, cara ini dianggap kurang ber-etika.

“Saya ingatkan, ini cara yang tidak memiliki etika. Membangun koalisi antar partai itu hal yang biasa, tapi sangat disayangkan kalau membajak kepala daerah,” pungkasnya.(hd/r7)