Bangun Pembangkit Listrik, Dibantu China

Tidak ada komentar 203 views

Jakarta, (DOC) – PT DSSP Power Sumsel menandatangani kesepakatan pinjaman senilai 318 juta dollar AS dari China Development Bank (CDB) di Grand Hyatt Jakarta. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik mulut tambang berkapasitas 2×150 MW di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Bantuan itu digunakan DSSP membeli mesin dan peralatan dari  China National Electric Engineering Co.Ltd. Nilai investasi keseluruhan proyek ini sendiri mencapai lebih dari 400 juta dollar AS dan direncanakan sudah beroperasi secara komersial pada tahun 2015.

Dari Pemerintah Indonesia hadir Menteri Koordinator Perekonomian – Hatta Rajasa, Menteri Perindustrian – MS Hidayat, Menteri Perdagangan – Gita Wirjawan, beserta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal – M. Chatib Basri, dan Direktur Utama PLN – Nur Pamudji. Sementara dari Kedutaan besar RRC di Jakarta dihadiri oleh Minister Counselor of Economic and Commercial Office, Zhou Hui.

Dalam acara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi keynoote speeker. Dalam sambutannya,  Hatta Rajasa mengatakan bahwa atas nama pemerintah mengucapkan dukungan dan terima kasih atas kerja sama yang baik antara perusahaan nasional swasta dengan perbankan dari China.

Pemerintah Indonesia yang sedang giat dalam membangun infrastruktur untuk mendukung pembangungan ekonomi Indonesia yang terus pesat. Adanya keterbatasan pada dana APBN membuat Indonesia mencari skema-skema financing dan mengajak FDI, BUMN dan swasta dalam bentuk publik private partnership untuk membangun infrastruktur di tanah air.

Melalui MP3EI, pemerintah ingin mempercepat dan memperluas pembangunan tidak hanya infrastruktur tetapi juga investasi disektor riil di enam koridor Indonesia dari sabang sampai Marauke.

“Hasilnya sangat nyata, pada tahun 2011 lebih dari 500 Triliun yang diinvestasikan dalam 6 koridor tersebut, dan pada tahun 2012 akan ada diinvestasikan 500 Triliun lagi . dan dari Mei 2011- Mei 2012 tidak lebih dari 1.000 triliun yang sudah diinvestasikan di dalam MP3EI,” ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurut Hatta Rajasa salah satu kebutuhan Indonesia adalah kebutuhan electricity. Kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia 6-7 persen kita membutuhan tambahan pembangkit listrik 1,2 persen dari pertumbuhan itu atau minumum kita membutuhakn 3000 MW listrik setiap tahun demi memenuhi tambahan listrik setiap tahun.

Tentu saja pemerintah tidak sanggup, oleh karena itu diperlukan swasta nasional untuk membangun pembangkit listrik. Pemerintah menyediakan fiscal insentive, tax allowance agar swasta membangun pembangkit listrik tersebut. (kkbp/r4)