Banjir Dan Tanah Longsor Rawan Terjadi Di Jawa Timur

 Featured, Kesra

Jakarta (DOC) – Menjelang datangnya musim penghujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengaku siap menghadapi bencana banjir dan longsor, salah satunya dengan menyusun peta lokasi yang rawan bencana.

Dalam selang  dua tahun ke depan, sebagian provinsi yang dinilai  sangat rawan terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor , diantaranya  Bangka Belitung, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Gorontalo, dan Kalimantan Selatan.

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Sugeng Triutomo di Jakarta,  Rabu (14/11/2012),  menjelaskan, BNPB telah melakukan perencanaan untuk mengatasi ancaman. Kalau hujan, ancamannya  banjir dan longor, sementara musim kemarau adalah kekeringan dan kebakaran lahan.

Namun yang paling penting adalah kesiapsiagaan dari pemerintah daerah. “Yang paling penting adalah kesiagaan  menghadapi bencana adalah daerah, bukan pusat. Yang penting capacity lokal dalam mengatasi bencana,” kata Sugeng Triutomo.

Selain memetakan wilayah bencana, BNPN telah menyiapkan dana . Untuk banjir  Rp 50 miliar, bencana longsor Rp 5 miliar per wilayah bencana dan Rp 200 miliar dana cadangan.

Penanganan bencana dilakukan secara integral dengan intansi lain.  Berdasarkan pada instruksi Presiden No 4/2012 tentang penanggulangan bencana banjir dan longsor, BNPB melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pihak terkait seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan pemda  yang terkena bencana banjir dan longsor. (K-4/kbr)