Banjir Mengancam Petani Gagal Panen

Tidak ada komentar 151 views

Surabaya, (DOC) – tingginya curah hujan di Jawa Timur, membuat 6.655,3 hektare(Ha) lahan padi milik para petani disejumlah wilayah, tergenangi air banjir dan terancam gagal panen.
Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim, Ahmad Nur Falakhi menyatakan, banjir yang menggenangi sawah petani disejumlah wilayah ini, menjadikan kekuatiran akan menipisnya stock beras ditahun 2013, jika panen benar gagal. “Lahan padi yang paling luas terkena banjir yaitu di Bojonegoro, sekitar 5.048 Ha, disusul Tuban seluas 700 Ha, dan Lamongan seluas 348 Ha,” kata Ahmad Nur, saat ditemui di kantornya, Rabu(9/01/2013).
Menurutnya, dampak banjir ini masih berupa ancaman gagal panen, yang belum masuk kategori puso. “Kalau puso adalah tanaman padi yang siap akan dipanen, lalu terkena banjir”, jelas dia.
Tanaman padi yang terkena banjir di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Lanjut Ahmad Nur, usianya masih sangat muda, sekitar satu bulan. “disebut ancaman gagal panen, karena saat ini air banjir yang menggenangi sawah milik petani masih bisa mengalir. Jika air tidak bisa mengalir dan surut, sedang usia padi sudah tua, maka puso sulit dihindari,” terangnya.
Lebih lanjut dirinya menambahkan, dalam waktu dekat ini, saat air mulai surut, Dinas Pertanian Jawa Timur, akan memberi bantuan benih padi sebanyak 630 ton kepada petani yang lahannya terkena banjir. Masing masing petani nanti diberi 25 ton benih padi per-hektare. “Selain Padi, kami juga menyiapkan benih jagung dengan jumlah 50 ton,” lanjutnya.
Pihaknya menyebutkan, pemberian bantuan benih jagung ini dilakukan, karena 376 Ha lahan jagung di Jatim juga terancam gagal panen. Total luas lahan tanaman jagung yang paling banyak tergenangi air banjir yaitu Bojonegoro seluas 336 Ha, Tuban seluas 25 Ha, dan Lamongan seluas 15 Ha. Stock bantuan benih yang akan disalurkan, hingga kini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani yang terancam gagal panen. “Khusus padi, cadangan benih dari daerah yang tersedia sampai sekarang, jumlahnya masih banyak sekitar 630 ton. Kalo masih kurang, kami akan minta cadangan benih nasional,” katanya.(dani/R7)