Bantuan Bank Dunia Dihentikan, Warga Miskin Menjerit

 Featured, Kesra

Surabaya, (DOC) – Bantuan Bank Dunia untuk pemasangan sambungan rumah (SR) dihentikan secara mendadak oleh PDAM Surya Sembada. Akibatnya, masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR) se kecamatan Surabaya, menjerit.

Keresahan MBR ini disampaikan oleh Subhan yang mewakili 163 ketua badan koordinasi masyarakat (BKM) se-Surabaya. Menurut dia, sejak 2009 PDAM mengadakan SR bagi pelanggan MBR dengan dana dari bantuan Bank Dunia. Saat itu target SR baru sekitar 17.000 pelanggan. Untuk mempercepat perolehan SR, PDAM membentuk BKM-BKM di semua kecamatan se-Surabaya.

Dengan adanya BKM, maka target PDAM meraih SR bagi MBR mencapai sekitar 13.000 sambungan. Sisanya sekitar 4.000 sambungan akan dilanjutkan 2012 ini. Tapi, pada 13 Oktober, PDAM secara tiba-tiba menghentikan bantuan Bank Dunia untuk SR MBR tersebut. Padahal akhir September sudah banyak pengajuan SR MBR baru yang masuk ke BKM.

“Ini yang membuat kami resah dan bingung. Kalau PDAM tidak melanjutkan program ini kami bisa digeruduk warga MBR yang masuk dalam daftar sambungan air ke PDAM dalam kategori MBR,” terangnya, Selasa (6/11/2012).

Menurut dia, program PDAM itu merupakan bagian dari pogram output based aid (OBA) Bank Dunia. Dengan program itu, bagi MBR yang ingin sambungan air PDAM cukup mengeluarkan anggaran sebesar Rp 301.500 per kepala keluarga (KK). Sementara sisa anggaran yang harus disetor ke PDAM Rp 370.000 ditanggung PDAM. “Kan murah  ikut program MBR Bank Dunia daripada harus memasang sendiri,” jelasnya.

Penghentian program itu sendiri tak pernah disampaikan ke BKM. BKM dan PDAM sebenarnya sudah dipertemukan di Komisi B DPRD Surabaya, Senin (5/11/2012). Namun, dalam pertemuan itu tidak ada solusi yang menggembirakan, karena PDAM tetap ngotot tidak melanjutkan program MBR dari Bank Dunia.

PDAM justru menyarankan agar MBR ikut program sambungan air dengan diskon 50 persen selama peringatan Hari Pahlawan ini. Dalam program diskon itu MBR dikenakan biaya Rp 417.000, bukan Rp 301.500 lagi.

Dirut PDAM Surya Sembada Ashari Mardiono dalam hearing di Komisi B DPRD Surabaya kemarin mengatakan, memang program bantuan Bank Dunia untuk MBR dihentikan. Sebagai gantinya PDAM menganjurkan MBR ikut program diskon 50 persen. “Mau bagaimana lagi, lha bantuan Bank Dunia dihentikan, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Edi Rusianto mengatakan, sebenarnya kasihan kepada para BKM dan MBR, sebab dengan dihentikannya bantuan Bank Dunia itu mereka merasa keberatan. Meski, naik sekitar Rp 115.500 per MBR, namun uang sebesar itu sangat besar bagi mereka. “Kami harap ada solusi soal ini bagi MBR,” kata dia. (r12/r4)