Banyak Aset Pemkot Surabaya Dikuasai Masyarakat

Tidak ada komentar 180 views

Surabaya, (DOC)- Sejumlah aset tanah milik pemerintah kota (pemkot) Surabaya di wilayah Tambak Deres, Kecamatan Kenjeran yang dikuasai oleh pihak ketiga mendapat perhatian serius anggota DPRD Surabaya. Para anggota legislatif tersebut,  meminta Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah lebih serius dalam menyikapi masalah aset ini. “Untuk itu kita akan segera evaluasi apakah penguasaan oleh pihak ke tiga tersebut, punya ujin atau tidak jika tidak punya maka harus segera ditertibkan,” tegas Ketua Komisi C (pembangunan) DPRD Surabaya, Sachiroel Alim Anwar.

Menurut Alim, sapaan Sachiroel Alim Anwar, terkait banyak aset pemkot diTambak Deres sebenarnya pihaknya belum melihat secara langsung. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil Kepala Dinas pengelolaan bangunan dan tanah, Djumadji.“Kami akan minta ketegasan dari pak Djumadji terkait masalah ini,” cetus legislator dari Partai Demokrat (PD) Surabaya , tersebut.

Alim menegaskan, ketegasan sikap dari dinas pertanahan memang sangat dibutuhkan dalam menetribkan tanah di Tambak Deres. Sebab jangan sampai, ketika pemkot Surabaya memiliki program di wilayah itu, terhenti lantaran asetnya sudah banyak yang beralih fungsi. Padahal kita juga belum bisa melakukan penertiban.

Lebih jauh, Alim mengungkapkan,  kabar adanya aset milik pemerintah kota berupa tanah yang lepas ke pihak ketiga sebenarnya bukan barang baru, mengingat selain di wilayah tambak deres kejadian serupa juga terjadi di Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Rungkut. Bahkan di Kelurahan Gunung Anyar, tambah dia,  malah lebih parah. Dimana sudah banyak tanah milik pemerintah kota yang sudah dikapling kapling oleh masyarakat. “ Ini bukan pekerjaan mudah, namun jika dinas terkait serius dalam melakukan pengawasan dan punya komitmen dalam mengambil alih, saya kira itu bisa dilakukan,” tandas pria yang juga menjadi Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Surabaya ini.

Untuk diketahui, beberapa saat yang lalu ketika wartawan mengikuti sidak salah satu komisi di DPRD Surabaya menemukan fakta yang cukup mengejutkan. dimana puluuhan aset tanah milik pemkot Surabaya, ternayat sudah banyak yang berpindajh ke rtangan pihak ke tiga. Mulai dibuat pergudangan, perumahan, warung, bengkel hingga kawasan pertokoan. padahal secara jelas papan nama yang ada di depan bangunan itu menunjukan bahwa tanah yang mereka gunakan adalah aset pemerintah kota.

Terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Djumadji menyatakan, sebenarnya pihaknya sudah memberikan tanda pengumuman untuk tanah yang menjadi aset Pemkot. Bahkan dalam papan pengumuman itu disebutkan jika warga dilarang memanfaatkan atau mendirikan bangunan diatasnya. “Namun tidak jarang setelah dipasang banyak yang hilang atau sengaja dihilangkan,” ujar Djumadji.

Menurut Djumadji, pihaknya merasa kesulitan untuk memantau tanda peringatan yang dipasang. Bahkan pemasangan papan penguman itu kerap dilakukan untuk menandai aset tanah milik Pemkot. “Kadang pagi dipasang sore sudah hilang, makanya kita akan inventarisir kembali  dan cek kelokasi. Intinya papan pengumuman itu untuk menandai bahwa tanah itu adalah aset milik Pemkot.”tegas pejabat senior di lingkungan Pemkot Surabaya ini.(k1/K-4)