Bapemas Jatim Gelar Rakor PNPM Mandiri Pedesaan

Tidak ada komentar 244 views

Surabaya, (DOC) – Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Provinsi PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Timur selama tiga hari, Senin – Kamis (27-30/1/2014) di Malang. Tema dalam rakorprov adalah Meningkatkan Rentang Kendali PNPM MPd Melalui Penyiapan Langkah Yang Lebih Baik di Berbagai Tahapan Kegiatan.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur, Drs Zarkasi MSi, saat memberikan sambutan, mengatakan kunci sukses sama dengan disiplin, dan hal ini berbanding lurus dengan profesi seseorang.
Terkait dengan hal itu, Menurut Zarkasi, salah satu tupoksi konsultan pemberdayaan adalah pengendalian & monitoring terhadap semua tahapan kegiatan. Selain itu juga dukungan teknis kepada FK/FT dalam setiap tahapan kegiatan, rekomendasi dan penanganan masalah dalam setiap tahapan kegiatan serta mempersiapkan dan melaporkan pelatihan sesuai dengan rencana.
Adapun agenda rakor dibagi menjad tiga kelas yaitu kelas umum, kelas fastekab dan kelas faskeu. Pada hari pertama di kelas umum dibahas penyampaian informasi terbaru tentang perkembangan pengendalian dan pelaksanaan program, progres pelaksanaan PNPM MPd TA 2013, progres phisik dan dana – kendala dan masalah di lapangan serta progres pelaksanaan PNPM MPd TA 2014 oleh Plt Korprov. Perspektif UU Desa terhadap proses perencanaan terintegrasi melalui PNPM MPd dan keberlangsungan Pemberdayaan Masyarakat secara umum yang disampaikan oleh Nurrahman Joko Wiryanu, SH. Praktik Pengembangan & Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) oleh Bapemas kabupaten Blitar. Evaluasi Perkembangan & Penanganan Masalah di Jawa Timur selama TA 2013 oleh Tim SP2M.
Selanjutnya di hari kedua rakor dibagi menjadi 3 kelas, kelas faskab dan PJOKab membahas Persiapan Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Integrasi (MAD -1), Penyusunan Rencana Strategis BKAD dan BP UPK (disko), Penyusunan Rencana Strategis UPK dan Tim Verifikasi Perguliran (disko) dilanjutkan laporan progres pelaksanaan pelatihan masyarakat sampai tahun 2013 serta penyusunan rencana pelatihan masyarakat untuk pelaksanaan TA 2014 oleh Specialis Training. Sedangkan di kelas Fastekab & PJOKab dengan nara sumber Spesialis Infrastruktur membahas Capaian KPI Infrastruktur, Evaluasi Capaian Progres Phisik & Dana Pelaksanaan Pekerjaan Infrastruktur Perdesaan, Kontruksi Jalan dengan Diva SSS, Langkah – langkah Trial Analisis untuk Pekerjaan Jalan Rabat Beton dan Jalan Telford (disko). Sedangkan kelas Faskeu & PJOKab dengan nara sumber tim FMS membahas Informasi Capaian Kinerja Dana Bergulir TA 2013 dan Temuan Hasil Kunjungan Lapangan, Informasi Penyalahgunaan Dana untuk Kegiatan Dana Bergulir dan Modus Operandi dan Proses Penyelesaian (diskusi umum) dengan nara sumber faskeu Magetan, Sumenep & Bojonegoro. Draft SOP dan Evaluasi Kinerja UPK berdasarkan Hasil Kebutuhan Lapangan oleh Faskeu Lumajang, Diskusi untuk Penerapan Standar Evaluasi Kinerja Kelembagaan oleh Tim FMS.
Dan di hari terakhir rakor kembali ke kelas umum dengan agenda Evaluasi Pelaporan Bulanan Kabupaten oleh Asisten MIS, Teknik Membuat Berita Langsung (Straight News) & Good Practices oleh Spesialis KIE, Laporan Evaluasi Administrasi Fasilitator oleh Spesialis HRD, Penyampaian Simpulan Hasil Kelas dan Penegasan Hasil Rakor oleh Plt Korprov sekaligus penutupan rakor. (r4)