Bawa Budaya Desa Silaturahmi dan Gotong Royong Ke Kota

Surabaya, (DOC) – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo berharap agar para pemudik membawa kebiasaan yang baik di desa seperti budaya silaturahmi dan gotong royong untuk dibawa ke kota. “Satu pesen saya, budaya yang baik dari kampung agar dibawa dan ditularkan ke kota. Jangan membawa kebiasaan yang jelek dari kota ke kampung,” tuturnya saat melepas mudik dan balik gratis angkutan lebaran tahun 2013 di Lap. Graha Pena Surabaya, Minggu (4/8/2013).
Pakde Karwo menuturkan, membawa budaya baik yang ada di desa misalnya gotong royong yang saat ini kehadirannya dirasa sangat mengkhawatirkan agar untuk dibawa kembali ke kota. Budaya masyarakat kampung atau mereka yang berada di desa masih sangat menjunjung tinggi nilai etika, sopan santun dan gotong royong.
Selain itu, budaya tegur sapa atau silaturahmi juga harus dibawa ke kota. Hal ini penting, karena manusia dalam perannya sebagai mahluk sosial pasti membutuhkan kehadiran tetangga untuk saling menyapa dan berbagi sehingga menghasilkan kehidupan yang harmonis, nyaman dan nyaman bisa dirasakan antar masyarakat.
“Tak dungakne kabeh, mugi-mugi muleh neng deso diparingi slamet lan aman neng dalan karo rezekine ditambah. Seng saiki gak duwe penggawean, mbalik neng kota Insyallah oleh penggawean. Saya doakan semua, bagi yang mudik ke desa mendapat keselamatan dan keamanan di jalan serta juga rezekinya ditambah. Yang saat ini tidak punya pekerjaan, nanti kembali ke kota Insyaallah mendapat pekerjaan,” harap Pakde Karwo yang disambut Amin oleh ribuan pemudik yang akan pulang ke kampung halamanya.
Menurut, Pakde Karwo mudik gratis ini dimaknai sebagai salah satu cara dalam menyelesaikan permasalahan di jalan menjelang hari raya dengan memberangkatkan pemudik lebih awal. Mudik lebih awal ini, memberikan stimulasi yang lain untuk berbuat sesuatu dalam membantu masyarakat dengan kemudahan.
Pertumbuhan kendaraan dengan pertumbuhan jalan yang ada tidak sebanding dengan perbandingan rasio sekitar 0,7, ini artinya pada hari raya kondisi jalan sudah penuh denga kendaraan yang akan melakukan mudik. Maka, Pemprov Jatim berupaya untuk memberikan pelayanan dalam hal penambalan jalan agar tidak ada yang berlubang. Karena jalan apabila terdapat lubang sekecil apapun, akan mengurangi rasio pengguna jalan.
Menanggapi banyaknya perusahaan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat menyelenggarakan mudik gratis ini mendapat apresiasi positif dari Pakde Karwo. Pakde Karwo menjelaskan bahwa fungsi dari pemerintah adalah menstimulasi hal-hal yang positif untuk digunakan oleh perusahaan. “ Semakin banyak perusahaan yang membantu, sangat bagus dan bermanfaat sehingga yang diuntungkan adalah masyarakat,” pungkasnya.
Sebanyak 2.537 pemudik, resmi diberangkatkan hari ini oleh Pakde Karwo Mereka diantar oleh 50 armada bis dengan tujuan di 9 Kab/Kota yang ada di Jatim. Sembilan daerah tersebut terdiri dari Madiun 12 Bis, Trengglek 9 bis, Banyuwangi 8 bis, Jember 7 bis, Ponorogo 7 bis, Bojonegoro 7 bis, Blitar 2 bis, Tuban 1 bis. Sedangkan untuk Pulau Madura disediakan 1 bis dengan kota tujuan Sumenep. Sementara itu, untuk mudik balik juga akan disiapkan pada tanggal 18 Agustus dengan tujuan Banyuwangi 3 bis dan Jember 2 bis sebanyak dengan total 275 orang. (hms/r4)