Bawas PDAM Minta Bukti Peningkatan Layanan Pelanggan

Surabaya,(DOC) – Janji PDAM Surya Sembada kota Surabaya saat ini yang akan meningkatkan kualitas kinerjanya, seiring dengan diberlakukannya system pembayaran cepat dan mudah secara on line, ternyata hanya-lah lips service belaka.
Bagaimana tidak, ribuan pelanggan yang berada diwilayah Surabaya barat dan utara, selalu mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih produksi PDAM kota Surabaya.
Sehingga dengan kondisi ini, boleh dibilang bahwa sistem pembayaran rekening air PDAM secara online, bukanlah jaminan bagi pelanggan PDAM untuk menikmati fasilitas yang lebih baik.
Hampir tiga bulan lamanya, debet air produksi PDAM ke pelanggan terus merosot, hingga para pelanggan harus menunggu selama berjam-jam untuk bisa mendapatkakn air bersih. Kondisi ini terjadi diwilayah Surabaya Utara tepatnya di kecamatan Krembangan, Dupak, Demak dan Asem Rowo.
“Sebelumnya, tekanan airnya cukup keras mas, bahkan tendon air kami yang berada di lantai tiga bisa terisi tanpa menggunakan pompa sebagai pendorong, tapi beberapa bulan ini menurun drastis sejak beberapa kali dilakukan pemadaman dengan alasan perbaikan jaringan,” ungkap Titin, salah satu Ibu Rumah tangga yang tinggal di wilayah Krembangan, Selasa(22/10/2013)..

Hal yang sama juga dirasakan oleh sebagian besar pelanggan PDAM di wilayah Surabaya barat, diantaranya kecamatan Tandes, Sukomanunggal, Sambikerep dan sekitarnya. Debet air mengecil, keruh hingga aliran padam, hampir setiap minggu sekali, dialami oleh pelanggan diwilayah tersebut.
“Sejak adanya pembangunan Box Culvert, setiap hari warga selalu was-was terhadap pemadaman air PDAM secara mendadak. Tidak ada persiapan untuk mengisi tandon,”keluh Hendik salah satu warga Tandes.
Pembangunan box culvert yang kini tengah dikerjakan di sepanjang sungai Banyu Urip selama kurang lebih setahun ini, menurut Hendik, pemadaman air secara mendadak sudah tidak bisa dihitung lagi dengan jari.
“PDAM kok tidak pernah belajar ya, kalo pembangunan box culvert ini bisa membuat susah pelanggannya. Jujur saja, saya sudah lupa berapa kali pemadaman air disekitar wilayah sini terjadi karena sangking banyaknya,”cetus Hendik,
Perusahaan milik daerah yang sudah berdiri puluhan tahun di kota Surabaya ini, memang sudah sepatutnya mengevaluasi kinerja guna melayani masyarakat agar lebih baik lagi. Apalagi jumlah pelanggan PDAM sekarang, telah mencapai 500 ribu sambungan rumah(SR) dengan wilayah cakupan layanan distribusi seluas 88,94 persen.
Dengan jumlah pelanggan yang begitu besar, BUMD milik Pemkot Surabaya ini, setiap tahunnya, sudah dapat dipastikan akan memperoleh laba yang besar pula. Namun sayangnya, Perusahaan berplat merah ini, nampaknya tidak mau berbagi keuntungan dengan pelanggannya, dalam bentuk peningkatan kualitas layanan atau penambahan fasilitas.

Sebaliknya, Pihak managemen PDAM malah disibukkan dengan layanan penarikan rekening air kepelanggan dengan cara direct online, agar tidak bocor. Sementara tingkat kebocoran air dan keluhan pelanggan sering diabaikan.
Ketua dewan pengawas PDAM Surya Sembada, Arifin A.Hamid menyayangkan hal itu. Sekaligus mempertanyakan akurasi data PDAM yang menyatakan telah melayani 500 ribu pelanggan.

“Jumlah 500 ribu pelanggan itu kan kata mereka, tetapi apakah mereka juga bisa membuktikan dengan data-data yang kongkrit. Justru saya ingin tahu seberapa luas wilayah cakupan PDAM sebenarnya, jika kondisinya seperti ini” Tegas Arifin mantan anggota DPRD Surabaya ini..
Ia juga menyatakan, bahwa dirinya pernah mempermasalahkan soal turunnya debet air ke wilayah cakupan distribusi air Produksi PDAM. Bahkan dirinya pernah juga menawarkan solusi low cost, tanpa biaya operasional untuk listrik.
“Solusinya, PDAM membangun sejumlah resevoar untuk menambah daya tekanan air yang menggunakan gravitasi bumi, sehingga tidak boros biaya untuk listrik. Tapi sekarang terserah mereka, dilaksanakan atua tidak, karena kami hanya sebatas memberikan masukan dan pembinaan saja,” jelas Arifin.

Seperti pemberitaan sebelumnya, memang PDAM kota Surabaya kini tengah gencar mensosialisasikan pembayaran secara online yang akan mulai diberlakukan Awal November 2013.(r7)