Bawaslu Harus Tindak Tegas Pelanggar Pemilu

Tidak ada komentar 106 views

Jakarta, (DOC) – Kampanye terbuka tinggal seminggu lagi, pelanggaran kampanye masih saja terjadi. Bahkan pelanggaran pada Pemilu Legislatif 2014 semakin meningkat, maka dari itu kerja Bawaslu dinilai kurang tegas.
Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti menilai, kinerja Badan Pengawas Pemilu kurang tegas dalam menindak pelanggaran-pelanggaran kampanye yang terjadi selama Pemilu 2014. “Pelanggaran kampanye tidak perlu diawasi lagi tapi langsung ditindak tegas. Bawaslu mengutamakan program unggulan pelanggaran tertentu dan dipublikasikan melalui media seperti mengawasi parpol, memantau alat peraga kampanye dan dugaan penggunaan fasilitas negara namun tidak ada tindakan tegas,” paparnya.
Ray menambahkan, pelanggaran kampanye kebanyakan pelanggaran lama yang terjadi berulang-ulang. “Bawaslu hanya melihat beberapa pelanggaran kampanye lama yang sampai sekarang masih terjadi seperti penyalahgunaan anak-anak saat kampanye, acara joget dan saweran tapi tidak ada tindakan tegas dan bisa memberi efek jera bagi peserta kampanye,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Afifuddin Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menegaskan, apa yang dilakukan Bawaslu dalam menindak pelanggaran kampanye belum tegas seperti yang dilakukan KPK. “KPK saja tegas, kenapa Bawaslu tidak bisa, toh sama-sama lembaga negara. Bawaslu juga harus aktif dan jangan hanya menunggu laporan masyarakat dan akan mengkaji lagi aturannya sehingga kurang cepat dalam menyikapi dari beberapa kasus pelanggaran kampanye,” ujarnya.
Afifuddin menambahkan bahwa kesalahan Bawaslu ini merupakan kesalahan yang berulang-ulang dan seharusnya bisa dicegah dengan membandingkan dari pemilu sebelumnya. “Yang menjadikan tantangan Bawaslu adalah menunjukkan kinerjanya kepada publik. Kuatnya struktur Bawaslu dibarengin hasil yang bisa dinikmati publik. KPU mendiskualifikasi caleg yang tidak melaporkan dana kampanye, tapi malah Bawaslu menghidupkan atau meloloskan kembali hanya dengan membuat pelaporan,” ujarnya. (r4)