Bawaslu Jatim Periksa Dugaan Pelanggaran Kampanye Paslon Nomor 2

Surabaya, (DOC) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim tengah mendalami secara serius terkait laporan pelanggaran kampanye salah satu pasangan calon gubernur Jatim, dari kelompok Perwakilan Pemilih Milenial Jawa Timur. Bawaslu berjanji akan memproses dugaan pelanggaran ini dalam lima hari ke depan.

Sebelumnya, kelompok anak muda yang menamakan diri sebagai Perwakilan Pemilih Milenial Jawa Timur melaporkan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan pasangan Cagub-Cawagub Jatim nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno, Kamis (12/4).

Dugaan pelanggaran kampanye terjadi saat acara jalan sehat dalam rangka HUT ke-45 PDIP yang dihadiri Gus Ipul di Lapangan Tambaksari, Surabaya, Minggu, 8 April lalu. Kegiatan itu memuat gambar paslon Gus Ipul-Puti juga disertai pembagian hadiah yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Bagus Balghi, Perwakilan Pemilih Milenial Jatim mengaku, dirinya bersama teman-temannya sempat ikut serta acara tersebut untuk menonton penampilan penyanyi dangdut Via Vallen yang didapuk sebagai bintang tamu. Balghi mengaku terkejut dan janggal saat melihat kedatangan seorang paslon yang sempat disisipi kampanye.

“Kebetulan waktu itu saya dan teman ikut  datang untuk melihat Via Vallen. Ternyata di sana disisipi kampanye(Gus Ipul-Puti). Sehingga kami melihat adanya indikasi pelanggaran,” ujar Balghi saat dihubungi DOC, Sabtu (14/4).

Balghi menganggap acara tersebut dinilainya jelas-jelas melanggar Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye. Intinya peraturan tersebut: Pemberian hadiah dalam kegiatan kampanye yang berbentuk perlombaan tidak boleh lebih dari Rp 1 juta.

Balghi juga melengkapi laporan mereka dengan menunjukkan bukti foto-foto dan keping VCD rekaman acara. “Saya lihat saat itu ada hadiah 10 sepeda motor dan hadiah lainnya yang ditaksir mencapai hampir Rp 200 juta. Itu bentuk pelanggaran,” imbuhnya.

Balghi pun menyaksikan acara tersebut juga muncul jargon paslon nomor urut dua Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur. Selain itu saat Gus Ipul diarak dengan replika banteng, salam dua jari serta dress code Gus Ipul-Puti.

“Di kupon gerak jalan juga terlihat jelas ada logo Gus Ipul-Puti dan sepeda motor sebagai hadiah. Jadi ini bukan murni perayaan HUT PDIP tapi sudah menjadi ajang kampanye,” katanya.

Balghi meminta Bawaslu Jatim bergerak cepat menindaklanjuti laporannya agar tercipta Pilgub Jatim yang jujur, sesuai dengan semangat kedua pasangan calon, sekaligus sebagai bentuk pendidikan politik masyarakat Jatim.

“Bawaslu harus tegas. Bagi kami cara-cara kampanye terselubung demikian tidak memberikan pendidikan politik yang baik sehat dan mencederai komitmen para calon,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua Bawaslu Aang Khunaifi mengaku, pihaknya telah mengkaji laporan tersebut. Bawaslu Jatim pun telah melayangkan surat pemanggilan kepada sejumlah pihak dari penyelenggara kegiatan jalan sehat.

“Sudah kami undang kemarin untuk kita klarifikasi. Tapi sayang tidak ada yang hadir sama sekali. Nanti akan kita panggil kembali secepatnya,” ujar Aang saat dihubungi DOC, Sabtu (14/4).

Aang mengaku telah memanggil beberapa pihak mulai Ketua DPC PDI P, Ketua panitia pelaksana jalan sehat dan dan pihak lain yang turut dalam kegiatan. Namun belum ada jawaban sedikitpun.

Aang mengaku telah menerima beberapa bukti dari pelapor. Namun, menurutnya belum cukup bukti untuk menelusuri adanya unsur kampanye sebelum keterangan langsung dari pihak bersangkutan. “Perlu proses lebih lanjut untuk mendalami ada tidaknya unsur kampanyenya jadi kita gali keterangan dari pihak terlapor,” imbuh Aang

Aang mengaku, bawaslu punya waktu lima hari ke depan untuk menjelaskan laporan ini. “Mohon Sabar dulu kawan-kawan akan kita rilis. Nanti akan kita jelaskan semua nanti hasil pemeriksaan,” tandasnya.

Aang mengungkapkan, meski tidak ada laporan, pihaknya akan menindak tegas bila adanya kecenderungan pelanggaran kampanye terjadi. Aang sendiri mengaku pihaknya sudah mengingatkan penyelenggara jalan sehat sebelum even tersebut digelar.

“Dari awal pengajuan ijin itu sudah kami ingatkan kalau agenda jalan sehat jangan ada kampanye. Kami juga tidak diam tapi memantau,” tandasnya. (Nps)