BBM Subsidi Triwulan III-2012 di Jatim Over Kuota

 Ekonomi, Featured

Pertamina tetap Penuhi Kebutuhan Masyarakat

 

Eviyanti Rofraidah

Surabaya (DOC) – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium dan Solar, pada Januari-September 2012 di Jawa Timur tercatat sebanyak 4.420.739  kiloliter (KL), atau sekitar 76.5% dari total kuota baru 2012 yang ditetapkan pemerintah melalui Pertamina sebesar 5.776.251 KL.

Dengan jumlah sebesar itu, konsumsi BBM selama sembilan bulan ini over sebes ar 2.2% dari kuota yang menurut perhitungan seharusnya hanya menghabiskan Premium dan Solar sebanyak 4.324.297KL. Secara terperinci konsumsi BBM subsidi selama Januari-September 2012 terdiri dari Premium sebanyak 2.892.052 KL dan Solar sebanyak 1.528.687 KL.

Asisiten Eksternal Manager PT Pertamina Pemasaran Region V Eviyanti Rofraidah, mengatakan, meski telah melebihi kuota, Pertamina Pemasaran Region V berkomitmen untuk tetap menyalurkan BBM sesuai kebutuhan masyarakat di Jawa Timur.

Menurutnya, masih tingginya konsumsi BBM subsidi hingga Triwulan III ini dikarenakan adanya peningkatan kebutuhan saat liburan sekolah, serta kebutuhan arus mudik-balik saat Hari Raya Idul Fitri lalu. Di samping itu juga karena kenaikan jumlah kendaraan bermotor yang cukup signifikan di Jawa Timur.

”Kebutuhan BBM di Jatim berfluktuasi namun rata-rata sebesar 10.500 KL/hari untuk Premium dan Solar sebanyak 5.500 KL/hari,” ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan kesepakatan pemerintah dan DPR-RI beberapa waktu lalu untuk menambah kuota nasional sebanyak 4 juta KL, Jawa Timur juga termasuk wilayah yang mendapatkan tambahan. Tambahan kuota untuk Jawa Timur di sektor retail sebanyak 385.306  KL Premium, dan 171.279 KL Solar. Walaupun sudah mendapatkan tambahan, kata dia, namun dengan kuota baru tersebut, ternyata masih terjadi kelebihan konsumsi Premium sebesar 2% dan Solar sebesar 3%.

Untuk mencegah munculnya gejolak di masyarakat, Pertamina tetap berupaya menyalurkan BBM sesuai kebutuhan. Dalam penyalurannya, lanjutnya, Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah dan pihak yang berwajib agar BBM bersubsidi dapat disalurkan tepat sasaran, sesuai dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

”Pertamina juga menghimbau agar masyarakat melakukan pengisian bahan bakar sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil,” tegasnya.

Sesuai buku manual kendaraan bermotor, terang Evi, sebagian besar kendaraan bermesin bensin produksi tahun 2000 ke atas, menyaratkan bahan bakar dengan angka oktan di atas 90. Spesifikasi tersebut, terdapat pada bahan bakar Pertamax (oktan 92) dan Pertamax Plus (oktan 95), yang juga memiliki teknologi EcoSave, sehingga kebersihan mesin lebih terjaga dan ramah lingkungan.

Demikian juga kendaraan bermesin diesel keluaran terbaru, khususnya berteknologi common rail atau turbo, yang mensyaratkan penggunaan bahan bakar diesel berkualitas tinggi. Spesifikasi tersebut, dapat ditemui pada produk Pertamina DEX, yang juga telah memenuhi standard EURO 3.(k8/r3)