Belanja Online Bakal Kena Pajak

Tidak ada komentar 120 views

Surabaya, (DOC) – Ekosistem e-commerce di tanah air terus tunjukkan tren positif. Aktivitas belanja online tumbuh subur. Jika kondisi ini terus menggurita, apakah mungkin jika segala transaksi bisnis di jagat maya bakal dikenakan pajak?
Gelagat itu bisa dilihat dari bagaimana aksi perbankan yang memodifikasi produknya agar sesuai dengan kebutuhan nasabahnya. Jadi, mereka kian dimanja untuk kebutuhan hasrat belanja online.
Bank ANZ Indonesia misalnya, mereka belum lama ini memperkenalkan kartu kredit jenis baru yang diperuntukkan untuk kalangan profesional muda. Kartu itu dioptimalkan untuk transaksi secara online.
Tahun 2013, menurut survei dari MasterCard Online Shopping, tingkat kecenderungan orang Indonesia untuk belanja daring meningkat dari nilai 76 ke 78. Lalu, ada 54,5% pengguna ponsel pintar yang gunakan perangkatnya untuk berbelanja online.
Geliat e-commerce tersebut ternyata diintai pajak. Sebab, dalam Undang-Undang Perdagangan yang disahkan bulan lalu, Indonesia mengamini jika bisnis online adalah bagian dari aktivitas ekonomi riil.
Akibatnya, lembaga yang menjalankan bisnis tersebut bakal terdaftar sebagai badan hukum. Imbasnya, aktivitas jual beli di internet bisa jadi dikenakan pajak.
Salah satu alasan mengapa netizen menggemari berbelanja online di dibanding di ‘darat’, selain karena masalah praktis juga harga murah. Harga yang dibanderol di toko online lebih miring dibanding toko konvensional.
Jika memang pajak bakal menggerogoti bisnis ini, bisa jadi harga produk toko online akan naik. Jika tidak ada margin harga antara toko online dan di ‘darat’, apakah netizen masih sudi berbelanja di internet? (sdm/r4)