Belum Ada Partai Politik Dominan

Tidak ada komentar 106 views

Jakarta, (DOC) – Menjelang Pemilu Legislatif (pileg) 2014 yang akan digelar sebulan lagi, belum terlihat partai mana yang akan menjadi pemenang pesta demokrasi yang digelar pada April mendatang. Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan, suara pemilih akan menyebar ke sejumlah partai polititik (parpol).
Hasil survei SMRC juga menunjukkan bahwa pada pileg mendatang tidak ada partai politik yang akan meraup suara diatas 25 persen. “Dari hasil survei ini, kami menyimpulkan masih sulit memperkirakan urutan partai pemenang pemilu nanti. Dengan keadaan seperti ini, belum ada partai yang mendapat 25 persen suara pemilih sebagai syarat untuk mencalonkan presiden sendiri. Kami juga menemukan partai-partai papan tengah dan bawah cenderung menguat. Akibatnya, suara partai-partai papan atas menurun,” ucap peneliti SMRC, Djayadi Hanan.
Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella mengatakan pemilih kini sudah cerdas dan dinamis sehingga akan sulit untuk memenangkan parpol mana yang menang pemilu. “Pengaruh kepemilikan media sebenarnya tak terlalu besar, belanja iklan pun memang berpengaruh, namun kembali lagi kepada pemilih yang kini sudah cerdas dan sangat dinamis. Pemilu 2014 sangat berbeda dengan pemilu 2009, dahulu tiga bulan sebelum pemilu saja sudah bisa ditebak siapa presidennya dan partai pemenangnya. Sekarang, satu bulan menjelang pemilu, bisa dilihat sendiri, belum ada partai yang mendominasi,” ucapnya.
Menanggapi hasil survei SMRC yang meletakkan NasDem di posisi tengah, Patrice mengaku itu adalah sebuah hal wajar. “Itu memang sudah seharusnya. Kami kan partai baru yang dimulai dari bawah, untuk menuju ke posisi atas, pasti butuh waktu,” ucap Patrice.
Sementara itu, anggota Komisi XI dari Partai Demokrat, Achsanul Qosasi, tidak terlalu menyetujui hasil survei SMRC. “Sejujurnya saya kurang setuju dengan survei ini. Harusnya kami masuk dalam kelompok pertama bersama PDIP dan Golkar. Karena jika berkaca dari pemilu 2009, selisih suara tiga partai ini tidak terlalu besar,” ucap Ahsanul.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan melalui simulasi surat suara yang diberikan kepada responden menunjukkan hasil bahwa PDIP dipilih oleh 16,4 persen responden, Golkar 15 persen, Demokrat 10,4 persen, Gerindra 8,6 persen, PKB 7,7 persen, PPP 5,5 persen, PAN 4,8 persen, PKS 4,5 persen, Hanura 4,1 persen, NasDem 3,8 persen, PBB 1,2 persen, dan PKPI 0,3 persen.
Survei ini dilakukan pada 10-20 Februari 2014 dengan mengambil sampel di 66 daerah pemilihan (dapil) DPR RI yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1.520 responden dengan margin of error plus minus 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (r4)