Benarkah Imunisasi Bisa Menyebabkan Autisme?

 Kesra, Life Style

Jakarta, (DOC) – Kabar burung mengatakan bahwa imunisasi bisa menyebabkan autisme. Hal ini pun membuat takut para ibu. Tapi, faktanya tentu hal ini tidaklah benar.

Awalnya, ada teori yang mengatakan bahwa senyawa thimerosal (sejenis merkuri) dalam vaksin imunisasi dapat menjadi racun bagi sistem saraf manusia, sehingga bisa menyebabkan autisme. Teori lain juga menyebutkan bahwa pemberian vaksin yang bersamaan juga dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah. Sehingga bisa berakibat timbulnya interaksi antar sistem saraf dan akhirnya menyebabkan autisme.

Tapi, hal tersebut ternyata hanyalah mitos. Setelah diuji coba kembali, kandungan merkuri (thimerosal) dalam vaksin masih dalam batas yang wajar dan tidak akan menyebabkan keracunan merkuri pada anak. Lagipula, antara keracunan merkuri dan autisme memiliki perbedaan gejala. Sehingga, teori ini mematahkan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa vaksin imunisasi bisa menyebabkan autisme.

Anggapan yang menyatakan bahwa pemberian vaksin bersamaan dapat menyebabkan autisme juga tidak benar. Walaupun anak diberi beberapa vaksin bersamaan dalam satu waktu, tapi ini tidak memengaruhi atau bahkan melemahkan sistem kekebalan tubuh anak. Sistem kekebalan tubuh anak sangat pintar dalam merespon segala sesuatu yang masuk ke tubuh. Lagipula, sistem kekebalan tubuh tidak ada hubungannya dengan autisme.

Jadi, jangan takut untuk membawa anak ke Posyandu, Puskesmas, bidan, atau dokter untuk mendapatkan imunisasi. Imunisasi tidak membahayakan, justru dapat menyelamatkan nyawa anak Anda dan anak-anak lainnya. (and)