Berbalik Arah, PDIP Dorong Koalisi Mojopahit Usung Calon

Surabaya,(DOC) – Koalisi Mojopahit yang dideklarasikan oleh Partai Gerindra, PKB, PKS, Golkar, PAN dan Demokrat di hotel Mojopahit, Senin(29/6/2015),  terus mendapat dorongan positif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP) Surabaya, yang sebelumnya menggagas Pemilihan Walikota(Pilwali) dipilih aklamasi.

Partai berlambang kepala banteng moncong putih ini, bahkan mendorong 6 Partai koalisi untuk mengusung Calon Walikota(Cawali) dan Calon Wakil Walikota(Cawawali), agar bisa bersaing dalam bursa Pilwali 9 Desember 2015 mendatang.

“Kan logikanya begitu. Menurut Undang-Undang(UU) 8 tahun 2015 tentang Pilwali, calon minimal harus dua,” jelas Awi panggilan akrabnya Adi Sutarwiyono, Senin(29/6/2015).

Ia menjelaskan, dalam pertarungan politik nanti, pasangan Cawali – Cawawali yang di usung oleh DPC PDIP Surabaya, sudah dipastikan pasangan Tri Rismaharini, Walikota Surabaya dan Wakilnya, Wisnu Sakti Buana(Risma-Wisnu). Sehingga pasangan Cawali – Cawawali yang akan di usung oleh Partai Koalisi Mojopahit, jelas berhadapan dengannya.

“Jadi kalau PDIP sudah jelas akan menurunkan pasangan calon. Tentu kompetisi baru terjadi setelah muncul pasangan calon lain yang berbeda,” katanya.

Dengan pernyataan seperti ini, mengartikan wacana yang ditawarkan DPC PDIP ke pimpinan Partai Politik soal Pilwali aklamasi, tak akan pernah terjadi. Menurut Awi, pertemuan pimpinan parpol di rumah dinas Wakil Walikota Surabaya beberapa waktu lalu, untuk membahas masalah tersebut, hanya sebatas gagasan saja.

“Dalam koridor UU yang legal – konstitusional, harusnya 2 pasangan Calon. Tetapi kalau seluruh partai politik di Kota Surabaya menyetujui secara akalmasi pasangan Risma – Wisnu, maka kesepakatan itu akan menjadi peristiwa baru dalam Pilwali di Indonesia,” pungkasnya.(r7)