Berdayakan Kader Masyarakat Lewat TOT

Tidak ada komentar 144 views

Surabaya,(DOC) – Dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pembangunan yang berkelanjutan di desa dan kelurahan, tidak hanya menjadi kewajiban dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Partisipasi aktif yang didukung oleh faktor penggerak dari dalam masyarakat itu sendiri (inner will) juga diperlukan dalam pemberdayaan masyarakat.
Untuk menggerakkan prakarsa, partisipasi dan swadaya gotong-royong masyarakat, maka dibutuhkan kader-kader di masyarakat sebagai mitra mandiri sekaligus fasilitator pemerintahan desa dan kelurahan serta segenap organisasi kemasyarakatan
Untuk memiliki kader-kader yang berkualitas, Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Pengembangan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas KB) menggelar Training of Trainer (TOT) bertemakan pelatihan pengembangan penguatan masyarakat yang digelar di Gedung Wanita Kalibokor, Surabaya, Kamis (12/9/2013).
Kegiatan yang berlangsung dua hari ini diikuti oleh perwakilan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang berasal dari 31 Kecataman di Surabaya.
Kepala Bapemas KB Kota Surabaya, Nanis Chairani dalam sambutannya mengatakan, kegiatan training of trainer ini digelar untuk memberikan pembekalan kepada kader dan lembaga pemberdayaan masyarakat yang sudah terpilih, sebelum mereka terjun ke tengah-tengah masyarakat.
“Para kader KPM, LKMK dan BKM perlu mendapatkan TOT sebelum melaksanakan tugas. Sebab, sebelum memberdayakan orang lain, tentunya mereka harus bisa memberdayakan dirinya sendiri. Melalui acara ini, kita pompa lagi semangatnya untuk lebih berdaya,” tegas Nanis.
Dijelaskan Nanis, keberadaan KPM, LKMK dan BKM diharapkan akan mampu mengoptimalkan kegiatan pengkajian potensi masalah dan pendataan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban sekaligus pengendalian pembangunan. Keberadaan KPM juga dimaksudkan sebagai upaya kaderisasi pemimpin dan pioneer pemberdayaan potensi lokal melalui penumbuhkembangan kewirausahaan terutama di kalangan generasi muda. Harapannya, mereka mampu bekerja dan mengabdi di desa dan kelurahannya dalam rangka mengatasi pengangguran dan tingkat urbanisasi yang tinggi karena terbatasnya lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja baik di desa maupun kelurahan.
“Besar harapan kami setelah digelarnya TOT ini, mereka bisa menjadi kader yang kuat dan kompeten untuk memotivasi masyarakat yang memerlukan pendampingan, utamanya masyarakat miskin. Kami juga menghimbau agar mereka bersinergi dan saling dukung dalam melaksanakan kegiatan,” harap mantan Kabag Humas Pemkot Surabaya ini.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Edi Koesdarjono, dalam sambutannya menambahkan, maksud dari pelaksanaan training ini adalah memberikan pembekalan kepada lembaga mayarakat yang terseleksi untuk mendapatkan materi pemandu pelatihan pemberdayaan masyarakat keluarga miskin. Sedangkan tujuannya adalah untuk memperkuat kemampuan dan keterampilan memandu terutama dalam mendorong berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat miskin,meningkatkan kualitas pemahaman,kemampuan dan motivasi anggota KPM mengenai konsep pemberdayaan masyarakat miskin dan memperkuat fasilitas pemahaman dan kemampuan dalam pelatihan anggota KPM seperti pembangunan partisispatif.
“Pemandu TOT dihadirkan dari overside service provider Jatim, Korkod PNPM, dan Universitas Negeri Malang,” jelas Edi.
Wakil Ketua KPM Kecamatan Sukolilo, Masruroh mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Dia berharap, melalui TOT ini, bisa melatih dirinya untuk lebih berdaya guna kepada masyarakat. “Kami memiliki tanggung jawab untuk ikut mensosialisasikan hasil TOT ini kepada masyarakat. Alhamdulillah kita bisa bermanfaat untuk sesama,” ujar Masruroh.(r7)