Beredar Beras Mengandung Chlorine di Surabaya

Tidak ada komentar 103 views

Surabaya,(DOC) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian menemukan beras yang beredar di pasaran mengandung chlorine. Kepala Disperindag kota Surabaya, Widodo Suryantoro, Jumat (18/10/2013) mengungkapkan, beras yang mengandung zat kimia tersebut, ditemukan di dua pasar tradisional.

“ Kita temukan di Pasar beras mendul Merisi dan Pasar Tembok” ujarnya.

Mantan kabag perekonomian ini menegaskan, begitu pihaknya mendengar kabar peredaran beras yang membahayakan bagi kesehatan, pihaknya langsung bereaksi mengecek dilapangan.

“ staf saya langsung menuju lokasi” paparnya.

Widodo mengaku, saat ini pihaknya tengah melakukan uji laboratorium terhadap beras yang diindikasi mengandung pemutih. Ia memperkirakan besok, Sabtu (19/10) hasil pemeriksaan laboratorium bisa diketahui.

“hasil pemeriksaan sampel baru diketahui besok” urainya.

Ia menambahkan, untuk mengetahui peredaran beras yang mengandung chlorine bersama penyidik pihaknya memeriksa pedagang beras, mulai dari pengecer, distributor hingga tempat penggilingan (seleb).

“Penyidik pegawai negeri Sipil (PPNS) dan Petugas Pengawas Barang Beredar dan Jasa (PPBJ) melakuka pemeriksaan” katanya.

Widodo mengatakan, beras yang mengandung chlorine sebelumnya beredar di wilayah Sidoarjo dan Mojokerto. Sementara, di surabaya pihaknnya mengetahui baru dua hari yang lalu.

Kadisperindag mengungkapkan, beras ber-chlorine secara kasat mata tampak putih bersih.

“Supaya yang butek jadi putih, di beri chlorine” ungkapnya.

Biasanya menurut Widodo, agar beraoma wangi beras dicampur dengan essense pandan. Berbeda dengan Chlorine yang berbahaya, beras yang dicampur essene diperbolahkan karena hanya beraoma.

Widodo mengatakan, jika terbukti pihaknya langsung memproses pedagang yang menjual beras, karena termasuk dalam tindak pidana ringan (tipiring). Tetapi ditemukan oplosan berjumlah besar masuk kategori pidana berat.

“Jika jumlahnya besar, kita melibatkan kepolisian” katanya.

Untuk mengantisipasi peredaran beras yang mengandung zat kimia, Disperindag Surabaya rutin melakukan sidak di pasar tradisional.

“Tiap minggu, dua kali kita sidak semua komoditi” pungkasnya.(k4/r7)