Berpindah ke Dispendik, Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Macet

ilustrasi

Surabaya,(DOC) – Kurang lebih 820 mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri(PTN) penerima bantuan beasiswa pendidikan dari Permkot Surabaya selama 2 bulan terakhir ini harus gigit jari.

Ratusan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang sejak tahun 2013 lalu, telah menerima bantuan uang sebesar Rp.3 juta per-semester dan mendapat uang saku per-bulan sebesar Rp.400 ribu, tak bisa dicairkan, lantaran dinas pengelolanya berpindah dari Dinas Sosial (Dinsos) ke Dinas Pendidikan (Dipendik) kota Surabaya.

Salah satu orang tua mahasiswa penerima bantuan yang enggan menyebutkan namanya, menyatakan, pada bulan Januari 2018, bantuan dialihkan ke Dinas Pendidikan kota Surabaya dan hingga bulan Maret 2018, bantuan tersebut macet.

“Biasanya, Dinsos mencairkan beasiswa sebulan setelah pembayaran UKT(Uang Kuliah Tunggal,red), tapi kali ini beda. Hampir 3 bulan pembayaran UKT lewat pada Januari lalu, Dispendik belum juga mencairkan beasiswa itu,” ungkap pria berputra tiga ini.

Hingga sekarang belum ada penjelasan resmi dari Dispendik soal macetnya pencairan bantuan mahasiswa PTN. Hal ini jelas membuat para orang tua penerima bantuan beasiswa universitas negeri merasa resah.

“Kalau bantuan transportasi, belum cairnya hanya 2 bulan saja sejak Februari sampai Maret, Ini jelas meresahkan,” lanjut dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi via selulernya, Kepala Dipendik kota Surabaya, M. Ikhsan, masih belum bersedia berkomentar banyak soal macetnya pencairan bantuan beasiswa tersebut.

“Ke kantor(Dispendik,red) saja. Nanti bisa langsung melihat progress pencairannya bagaimana.” kata Ikhsan singkat, Senin(19/3/2018).

Terpisah, Agustin Poliana Ketua Komisi D DPRD kota Surabaya, mengaku, belum mengetahui macetnya pencairan bantuan beasiswa untuk mahasiswa PTN yang berprestasi.

“Kalau saat ini, penerima manfaat bantuan beasiswa belum menerima, macetnya dimana?. Lalu apa kendalanya, kok belum dicairkan,” ujar Titin sapaan akrab Agustin Paulina.

Politisi PDIP ini menjelaskan, program beasiswa untuk mahasiswa di Universitas Negeri sudah berjalan lama, sehingga tak menjadi masalah meski pengelolanya berpindah ke Dispendik. Menurut Titin, seharusnya Dispendik tinggal melanjutkan pencairan berdasarkan data dan nama – nama penerima manfaat beasiswa yang selama ini dikelola Dinsos Surabaya.

“Harusnya penerima manfaat beasiswa tinggal dilanjutkan saja. Kan sudah aturannya, dengan melihat progress dari IP(Indeks Prestasi,red) tiap semester minimal 2,75 bagi penerima beasiswa sampai dia lulus. Coba nanti kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” pungkasnya.(rob/r7)