BI Dan BPD Jatim Penuhi Uang NKRI Di Pulau Terluar Sumenep, Madura

 Ekonomi

Madura, (DOC)-Guna melayani masyarakat terhadap kebutuhan rupiah yang ada di pulau terluar, Bank Indonesia (BI) Jawa Timur membuka kas keliling di Pulau Talango, Sumenep-Madura.

Pembukaan kas keliling tersebut dalam menjalankan tugasnya mengedarkan Rupiah ke seluruh pelosok NKRI, Bank Indonesia terus melakukan sinergi dengan lembaga dan institusi lain, terutama perbankan.

Penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Pilot Project BI Jangkau antara Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dengan PT BPD Jawa Timur yang diwakili oleh Direktur BPD Jawa Timur, Bp. Tony Sudjiaryanto, dan disaksikan langsung oleh Bupati Sumenep, Bp A. Busyiro Karim dan pimpinan wilayah Perbankan yang tergabung dalam Himbara di Provinsi Jawa Timur.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Herawanto mengatakan, kegiatan BI Jangkau adalah program inisiasi Bank Indonesia dengan pertimbangan kondisi geografis Indonesia yang sangat luas terutama daerah Terpencil, Terdepan danTerluar (3T), sehingga perlu adanya upaya lebih lanjut dalam pemerataan rupiah yang layak edar.

“Sinergi dilakukan dalam rangka mengoptimalkan jaringan distribusi yang dimiliki oleh perbankan dan instansi lainnya.”ujarnya kepada wartawan, usai penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Pilot Project BI Jangkau antara Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dengan PT BPD Jawa Timur di Kantor Kecamatan Talango Pulau Talango-Sumenep-Madura, Jawa Timur, Kamis (10/08/17).

Ia menjelaskan, beberapa metode yang dilakukan antara lain dengan pembukaan Kas Titipan yang mencapai 83 titik Kas Titipan dari Sabang sampaiMerauke.

Selain itu, kata Herawanto, distribusi uang juga dilakukan melalui kas kapal bekerjasama dengan TNI AL. Geografis Indonesia yang merupakan Negara Kepulauan, berdampak pada strategisnya kegiatan distribusi uang khususnya di pulau Terpencil, Terdepan dan Terluar (3T) secara rutin dan berkala.

Herawanto menambahkan, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari penandatanganan kerjasama antara Bank Indonesia dengan Direksi Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN yang telah dilakukan sebelumnya pada tingkat nasional.

Hal tersebut, tambah Herawanto, mendasari Bank Indonesia untuk menggagas program Layanan Kas yang mampu menjangkau Kecamatan dan Desa yang disebut BI Jangkau.

BI Jangkau, terang Herawanto, merupakan perluasan jalur distribusi uang dan layanan kas Bank Indonesia melalui optimalisasi jaringan Perbankan, Pegadaian, dan/atau Pihak Lain.

“Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu dari delapan Provinsi Pilot project BI Jangkau yang memiliki daerah Terpencil, Terdepan, dan Terluar, salah satunya adalah Pulau Talango.” Jelasnya.

BI Jangkau diharapkan mempercepat distribusi Uang Layak Edar (ULE) ke masyarakat sekaligus menyerap Uang Tidak Layak Edar (UTLE). Sebelumnya, Bank Indonesia telah meresmikan program BI jangkau di Pos Lintas Batas Negara Mota’ain – Atambua, NTT pada 17 Juli 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga mensosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat pulau Talango sekaligus membuka kegiatan penukaran uang yang dilayani 5 (lima) bank yaitu Bank Jatim, BRI, BNI, Bank Mandiri dan BTN.

Pada rangkaian acara BI Jangkau, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Jawa Timur, Herawanto juga menyerahkan bantuan sosial Bank Indonesia kepada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Talango berupa pembangunan sarana air bersih.

Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengharapkan program BI Jangkau dapat melayani kebutuhan uang rupiah yang layak edar dalam setiap jenis pecahan di seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan amanat UU No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

“BI Jangkau pun diharapkan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengedaran uang dalam rangka mendukung clean money policy.”ungkap Herawanto.

Ditempat yang sama, Direktur BPD Jawa Timur, Bp. Tony Sudjiaryanto, mengatakan, perjanjian kerjasama dengan BI Jatim dan Bupati Sumenep untuk memenuhi kebutuhan rupiah NKRI.

Sementara itu, Bupati Sumenep, A. Busyiro Karim, menambahkan, dirinya sangat senang dengan program Jangkau Bank Indonesia ini, karena masyarakat Sumenep tentunya terpenuhi terhadap kebutuhan uang rupiah NKRI. (Trish)