Bikin Geram, Pelaku Nyaris Dimassa

Tidak ada komentar 196 views

Reka Ulang Balita Disemen Tetanggga

Surabaya (DOC) – Polres Tanjung Perak melakukan Reka ulang pembunuhan M Fahri Husaini (3,5) bocah yang disemen oleh Solikin (22) warga Endrosono, Jum’at (22/2). Tersangka Solikin yang sedang melakukan reka ulang nyaris dihakim oleh keluarga yang juga orangtuanya.

Keluarga terlihat berteriak-teriak terhadap Solikin yang melakukan pembunuhan secara keji.”Huuu pateni ae,” ujar sejumlah warga saat Solikin datang.

Usai melakukan sejumla adegan rekontruksi nampak sejumlah keluarga nyaris melakukan pemukulan. Beruntung polisi dari Polres Tanjung Perak langsung melakukan pengamanan.

Dalam rekontruksi dirumah Solikhin Jalan Endrosono gang VII 19F sejumlah warga berbondong-bondong datang guna melihat cara Solikhin membunuh dan menyemen Fahri.

Dalam rekonstruksi pembunuhan sadis tersebut, Solikhin melakukan 15 adegan ketika pelaku menghabisi M Fahri Khusaini Romadhon. 15 adegan itu terbagi 9 adegan pada hari Sabtu (16/2) malam dan 6 adegan pada hari Selasa (19/2) pagi sebelum jasad Fahri ditemukan.

“Dalam rekonstruksi ini, kita mendapatkan fakta baru. Untuk membunuh korban, tersangka membanting di 3 lokasi hingga akhirnya terdapat 15 adegan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Hendri Umar kepada wartawan di lokasi rekonstruksi.

Dia menjelaskan, pada hari Sabtu, korban dipanggil tersangka. Dari situ, Solikhin langsung menyekap mulut dan membanting di halaman rumah. Usai mengetahui korban tidak bernyawa, tubuh Fahri diseret sama tersangka guna dibawa ke samping dan rumah tersangka.

Di lokasi itu, Solikhin membanting kepala korban, sampai akhirnya jasad korban dibawa masuk dan dibanting lagi di tempat penyemenan korban. “Selain 3 titik lokasi tempat pembantingkan korban, ternyata tersangka ini juga membeli semen dua kali. Tapi yang satunya belum terpakai,” imbuh Hendri.

Dengan perbuatanya, Solikhin harus mendapat pemeriksaan psikiater di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya. Tes psikologi tahap pertama berlangsung hingga tiga jam. Dengan hasil tes tersebut, tersangka dalam keadaan normal.

Usai rekonstruksi dengan 15 adegan, situasi sempat tegang saat tersangka dibawa oleh petugas. Pasalnya, keluarga korban dari paman hingga Misnawi (bapak Fahri) keluar dengan emosi tinggi atas ketidakterimaan perbuatan Solikhin. Untungnya, keributan itu dapat dicegah oleh pihak kepolisian hingga tidak terjadi begitu lama. (r3/jat)