BK Tuding Sebagian Anggota Dewan Makan Gaji Buta

Tidak ada komentar 104 views

Surabaya,(DOC) – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2014, hampir sebagian besar anggota DPRD Surabaya sudah mulai enggan masuk kantor.
Anggota Badan Kehormatan, Masduki Thoha, Senin (10/3/2014) mengungkapkan, sekitar 50 persen anggota dewan sudah tidak aktif dalam kegiatan dinas di DPRD. Bahkan, menurut anggota Komisi D ini, ketidak aktifan beberapa wakil rakyat itu berlangsung hingga berbulan-bulan.

“Di komisi A, sampai D, beberapa anggota dewan yang tidak aktif hingga berbulan-bulan,” ungkapnya.

Ironisnya, menurut Masduki tiap bulan mereka masih menerima gaji. Agar mereka tidak di tuduh makan gaji buta, Ia berharap untuk aktif kembali dalam kegiatan dinas.
Masduqi menyatakan, banyak tugas penting menyangkut kepentingan masyarakat yang harus diselesaikan.

“Walaupun sibuk kampanye, tapi tugas sebagai anggota dewan juga harus dijalankan,” tegasnya.

Masduki meminta, anggota dewan yang kembali mencalonkan diri sebagai caleg pada Pemilu mendatang bisa membagi waktu antara menjalankan tugas sebagai anggota dewan dan caleg.

Ia mencontohkan, di Komisi D yang jumlah anggotanya sebanyak 11 orang. Hampir tiap hari yang rutin menjalankan kegiatan di dewan tak lebih dari separonya.

“Di komisi ini (D), yang datang ya itu-itu aja. Tak lebih dari 5 orang,” tuturnya.

Padahal, dengan minimnya para anggota dewan yang menjalankan tugas-tugas di komisi dinilai bisa berdampak pada pengambilan kebijakan.

“Jika rapat komisi gak kuorum, gak bisa mengambil keputusan. Kecuali apabila hanya hearing guna menyelesaikan masalah,” katanya.

Ia menegaskan, dalam setiap pernyataan sikap yang diputuaskan komisi harus disepkati bersama. Hal itu menurutnya sesuai dengan tata tertib DPRD.

Masduki menambahkan, pernyataan yang disampaikan tidak bermaksud mencari kambing hitam. Himbauan yang diungkapkan, agar seluruh kegiatan dewan berjalan lancar. Ia mengatakan, untuk menuntaskan masalah anggota dewan yang kerap absen tergantung pada pimpinan dewan.

“Ya ini bergantung pada pimpinan bagaimana menyikapinya,” katanya.

Ia berharap, pimpinan dewan memberikan teladan pada anggotanya. Anggota Fraksi PKB ini menilai ketua dewan saat ini tak lebih baik dari yang sebelumnya. Semestinya ketua DPRD bersikap tegas terhadap anggotanya yang jarang masuk. Sementara, ketika ditanya apakah sesuai kewenangannya Badan Kehormatan dalam mendisiplinkan para anggota dewan pernah mengingatkan mereka yang kerap bolos. Masduki terkendala akibat belum terpilihnya ketua BK.

“Kita gak bisa mengingatkan, wong sampai sekarang gak ada ketuanya. Rapat aja sulit, kita hanya menghimbau saja, “ tegasnya. (k4/r7)