Blunder, Warga Tagih Janji Caleg PDIP Dapil 4

Tidak ada komentar 235 views

Surabaya,(DOC) – Warga sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak akan meminta janji para Calon Legeslatif(Caleg) PDIP terpilih asal daerah pemilihan(Dapil) 4 Surabaya.
Pasalnya saat masa kampanye Pemilu 9 April 2014 lalu, beberapa caleg PDIP terpilih, sempat melontarkan janji siap mundur dari jabatan anggota legeslatif, jika pemerintah kota tetap melaksanakan penutupan lokalisasi se-Surabaya termasuk Dolly dan Jarak.
Menurut sumber yang enggan menyebutkan namanya, janji tersebut disampaikan dihadapan ribuan warga kelurahan Putat Jaya, saat rapat umum PDIP Surabaya yang diselenggarakan di kawasan kecamatan Sawahan. “Bahkan salah satu Caleg PDIP, juga menyatakan siap melakukan perlawanan jika Dolly ditutup,”ungkap sumber tersebut kepada d-onenews.com, Rabu(4/6/2014).
Ia menambahkan, kebijakan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak yang disampaikan oleh Walikota Surabaya usai masa kampanye berlalu, nampaknya sudah diketahui warga terdampak sebulan sebelumnya. Saat itu perwakilan warga sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak sempat menghadap pucuk pimpinan DPC PDIP Surabaya diruang kerjanya, didampingi oleh salah satu Caleg PDIP Dapil 4 yang kini terpilih sebagai anggota dewan. “Kami menyampaikan aspirasi warga terdampak, agar nasib warga diperjuangkan. Syukur-syukur penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak bisa di batalkan,”ungkapnya.
Sementara itu, seperti informasi yang dimuat media ini, sebelumnya kebijakan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak yang dikeluarkan oleh Pemkot Surabaya, nampak sangat tidak kompak.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini menargetkan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak yaitu pada tanggal 19 Juni 2014, Sedangkan Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana meminta agar rencana tersebut di tunda hingga ada kepastian peralihan ekonomi terhadap warga yang terkena dampak langsung.
Sikap ini, memang menunjukkan, bahwa janji Para Caleg PDIP terpilih asal Dapil 4 Surabaya untuk mundur dari jabatan legeslatif kemungkinan benar adanya.(r7)