Blusukan Untuk Pantau Pengerukan Saluran Gembong

Tidak ada komentar 215 views

Surabaya,(DOC) – Progess report Dinas Pekerjaan Umum(PU) Bina Marga dan Pematusan kota Surabaya terkait pengerjaan proyek-proyek pengerukan jaringan irigasi yang sudah mencapai 73 persen, nampaknya masih jauh dari harapan. Mengingat masih banyak saluran-saluran primer yang belum mendapat atensi serius.

Beberapa anggota DPRD kota Surabaya menemukan saluran primer di kawasan Gembong yang dipenuhi dengan lumpur dan sampah, hingga akhirnya mereka melakukan sidak ke lokasi, Senin(13/10/2014) hari ini.

Wakil rakyat tersebut kesemuanya dari fraksi gabungan yaitu Vinsensius Awey, Sugito, serta Fathul Muid. ”Setelah dilaporkan pada kami, akhirnya kami kontak Dinas PU Binamarga dan Pematusan agar ada perhatian,” kata Awey politisi asal Nasdem.

Dalam pantauan itu, ketiga anggota dewan itu sempat berinteraksi dengan warga. ”Sekarang, sudah dibersihkan, tinggal kami minta masyarakat bisa menjaga lingkungannya. sebab, kondisi itu juga tak lepas dari buang sampah sembarangan,” kata Fatkhul Muid.

Selain dikawasan Gembong, mereka juga menyoroti sejumlah kasus serupa yang hingga kini belum selesai. Ia berharap persoalan ini segera tertangani. Apalagi, saat ini musim hujan sudah dekat.

Data terakhir menyebutkan, dari sejumlah proyek penanganan banjir, praktis yang sudah kelihatan adalah penanganan berupa pengerukan semua jaringan primer. Program proyek ini sudah mencapai 73 persen.

Hanya saja, yang masih cukup dikhawatirkan saat ini adalah penuntasan program rehabilitasi drainase/sungai. Dari total dana yang disiapkan senilai Rp 227 Miliar, hingga kini yang sudah beres baru 15,8 persen.

Sebenarnya, dana yang disiapkan Pemkot untuk antisipasi banjir pada 2014 cukup tinggi. Untuk rehabilitasi saluran drainase/sungai misalnya, Pemkot sudah mengalokasikan dana hingga Rp 227 Miliar.

Demikian juga untuk normalisasi saluran/drainase, total anggarannya mencapai Rp 21 Miliar. Ada juga pembangunan sarana/prasarana pematusan misalnya, tahun ini Pemkot sudah mengalokasikan dana hingga Rp 25 Miliar.(vr/r7)