Bonus Tak Cair, Hiburan KBS Terhenti

Tidak ada komentar 182 views

Surabaya, (DOC) – Beberapa hari ini, hiburan satwa tunggangan sudah tak tampak lagi di arena Kebun Binatang Surabaya (KBS). Ternyata hal itu karena aksi protes para keeper satwa seperti gajah, unta dan kuda yang dijadikan tunggangan untuk hiburan pengunjung KBS.
Para keeper yang biasa mengurusi satwa itu, pasca-KBS dipegang Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, jatah para keeper berupa bonus bagi hasil dari perolehan pengelolaan satwa tunggangan sudah tak dikeluarkan manajemen. Padahal, seperti biasanya, bonus itu selalu dikeluarkan bersamaan dengan gaji bulanan mereka.
Kabarnya, besaran bonus itu menyesuaikan perolehan selama satwa tunggangan itu dioperasionalkan. Dan sudah pasti, saat libur lebaran lalu, karena pengunjung yang meningkat, tentu bonus yang diperoleh para keeper itu juga besar.
Nyatanya, sampai saat ini, bonus tersebut tak dikeluarkan pihak manajemen PDTS.
Informasi yang diperoleh Centroone.com, awal September, para keeper yang terdiri dari beberapa orang itu sempat menanyakan tentang bonus itu. Minggu lalu, dijanjikan pada Senin atau Kamis akan dikeluarkan bonusnya. Namun sampai saat ini, justru tak keluar.
Hal itulah yang membuat selama beberapa hari ini, satwa tunggangan itu tak dijalankan para keeper. Pengunjung KBS yang banyak dari luar kota pun kecewa. Karena mereka jauh-jauh ke Surabaya (KBS), untuk menghibur anak-anaknya naik satwa tunggangan, tapi justru batal.
“Saya sempat tanya, kenapa gajah tunggangan itu tak ada. Kata penjaganya, kalau ibu mau tahu, silahkan tanya manajemen yang ada di kantor depan. Saya pun bingung dan sangat kecewa. Lagi pula untuk apa kami yang pengunjung harus susah-susah bertanya ke kantor manajemennya, itu bukan urusan kami. Yang kami sesalkan, kenapa hiburan yang jadi andalan tempat ini (KBS, red) kok sudah tak ada,” aku Rukmiati ibu dua anak asal Jombang, Minggu (8/9/2013).
Direktur Keuangan PDTS KBS, Fuad saat dikonfirmasi melalui ponselnya, tak berhasil. Begitu juga dengan Direktur Utama PDTS Ratna Achjuningrum, ponselnya tak ada jawaban. Hal yang sama juga terjadi pada Agus Supangkat, Humas KBS, juga tak berhasil dikonfirmasi.
Informasinya, jika bonus itu tak keluar, para keeper yang sudah akrab dengan satwa tunggangan itu, tak akan menjalankan hiburan tersebut. Mereka justru kecewa dengan manajemen PDTS yang ada di bawah naungan Pemkot Surabaya.
Padahal sebelumnya, Wali Kota Tri Rismaharini pasca-pelimbahan manajemen dari TPS ke PDTS menegaskan, kesejahteraan karyawan dan satwa KBS akan diutamakan.
Nyatanya, manajemen PDTS KBS tak menjalankan hal itu tapi justru memicu konflik baru di KBS. (co/r4)