Bos Mayapada ini Terima Gelar Doktor HC

Tidak ada komentar 159 views

Surabaya, (DOC) – Prosesi Pengukuhan Gelar Doktor Honoris Causa Dato’ Sri Prof. DR. (H.C) Tahir, MBA., berlangsung khidmat. Gelar kehormatan di bidang Ilmu Ekonomi dan Kebijakan Publik diberikan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga kepada Dato’ Tahir. Pemberian gelar kehormatan itu berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kampus C Universitas Airlangga, Kamis (8/3).

Dekan FEB Unair Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak., selaku promotor menyatakan bahwa gelar doktor kehormatan yang diberikan kepada Dato’ Tahir sudah tepat. Selain berangkat dari keputusan pemerintah, pemberian gelar doktor kehormatan kepada Dato’ Tahir dilihat dari berbagi kiprah yang telah dilakukan dalam menuntaskan berbagai permasalahan bangsa dan dunia.

“Bukan hanya itu, yang bersangkutan juga sudah pernah menjadi dosen luar biasa di FEB Unair. Dan, menjadi dosen tamu untuk mengisi kuliah umum kepada mahasiswa,” terangnya.

Di hadapan para puluhan hadirin yang terdiri atas beberapa pejabat penting negara, Dato’ Tahir menyampaikan orasi yang berjudul “Menjadikan Ekonomi Indonesia Berdaya Saing Global dengan Mengelola Sumber Daya Secara Berkeadilan: Prespektif Resource-Based Theory”. Ia juga mengulas beberapa hal seputar jalan panjangnya dalam menggapai kesuksesan. Bagi Dato’ Tahir, kesuksesan adalah sebuah proses dan jalan untuk terus dilanjutkan.

“Bagi saya, hidup ini ibarat pendakian gunung. Badai harus terus dihadapi dan setiap fase kesuksesan merupakan sebuah jalan yang harus terus dilanjutkan,” ungkapnya.

Selain itu, Dato’ Tahir yang kelahiran Surabaya, 26 Maret 1952 itu mengungkapkan bahwa anugerah gelar doktor kehormatan yang diberikan Unair merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa. Pasalnya, darah Surabaya yang menjadi tanah kelahirannya erat berkaitan dengan keberadaan Unair.

“Saya ini asli Surabaya. Rumah saya ada di pusat kota. Jadi, bukan sekadar Surabaya pinggiran,” ucapnya yang diiringi tawa seluruh hadirin.  

Pada akhir orasi, Dato’ Tahir kembali menekankan pentingnya peranan filantropi. Bagi dia, filantropi bukanlah sedekah atau kegiatan tanggung jawab sosial. Namun, filantropi merupakan komitmen yang harus terus dipegang dan dijalankan.

“Apapun kondisinya, filantropi adalah sebuah komitmen. Upaya bersama untuk mewujudkan keadilan dan menjadikan bangsa ini semakin beradab,” tandasnya.

Seusai paparan dari Dato’ Tahir, Rektor Unair Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., menyatakan bahwa hal-hal yang dikemukaan oleh Dato’ Tahir itu sejatinya sejalan dengan tekad Unair hingga lima tahun ke depan. “Bahwa kami juga berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab,” tandas Prof. Nasih.

Doakan Presiden Jokowi Sehat

Dalam sambutan Prof Dato Sri Tahir, juga sempat mendoakan Presiden RI Joko Widodo untuk selalu diberikan kesehatan. “Mari kita berdoa untuk Pak Presiden Jokowi agar fisiknya tetap fit,” ucapnya.

Dato panggilan akrabnya dari Dato Sri Tahir ini melihat sosok Presiden Jokowi tidak pernah capek. Setiap hari harus keliling dari satu daerah ke daerah lainnya. Termasuk daerah terpencil, yakni di wilayah pelosok Irian Barat sampai didatangi.

“Kemudian di pedalaman daerah Padang didatangi Pak Presiden Jokowi. Hal ini menunjukan keadilan keadilan sosial di Indonesia. Sekali lagi, mari kita doakan Pak Jokowi, agar selalu diberikan kesehatan,”

Dalam pengukuhan ini hadir beberapa tokoh nasional. Di antaranya Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan), Enggar Tiasto Lukita (Menteri Perdagangan), Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi), Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Kemaritiman), Muhammad Nasir (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian).

Selain itu hadir pula Muhammad Prasetyo (Kejagung RI), Jenderal (Purn) TNI Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan), Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Khofifah Indar Parawansa (Cagub Jatim), Puti Guntur Soekarno (Cawagub Jatim), Ridwan Kamil (Cagub Jabar), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Rizal Ramli, Agung Laksono, dan Agum Gumelar. (Nps)