BPBD Jatim Sediakan Anggaran Penanggulangan Bencana Rp 3,5 Miliar

Surabaya (DOC) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyediakan anggaran APBD 2013 sebesar Rp 3,5 miliar untuk dana bencana. Dana sebesar itu untuk mengantisipasi saat musim yang rawan bencana tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah Jatim. Sedangkan untuk teknis penanganan saat ini juga sudah disiapkan puluhan pompa air, tenda serta perahu karet yang diletakkan di daerah basis bencana.

BPBD juga mulai menjalin kerjasama dengan Dinas Sosial, serta Bulog untuk membantu menyediakan makanan cepat saji, beras, mie instan, selimut, serta obat-obatan. “PMI (Palang Merah Indonesia), dan Basarnas (Badan SAR Nasional) juga sudah kita koordinasikan untuk turun sewaktu-waktu diperlukan,” kata kepala BPBD Jatim Sudarmawan dikonfirmasi, Rabu (5/12)

Menurut Sudharmawan, Balai Besar Bengawan Solo juga telah diminta terus memantau selama 24 jam kondisi air sungai terpanjang di Jawa itu.
Dikonfirmasi terkait pemetaan daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor, Sudarmawan merinci sedikitnya ada 32 daerah yang masuk rawan bencana. Penetapan 32 daerah ini menyusul ancaman musim penghujan yang pada Desember hingga Februari mendatang akan mencapai puncaknya.. “Sudah kita konsolidasikan, kepala daerahnya juga sudah kami temui untuk waspada,” kata Sudharmawan.

Lebih lanjut dia mengatakan, data yang ada di BPBD menyebutkan daerah rawan banjir berada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas yaitu : Kabupaten Magetan, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Gresik, Kota Surabaya, Tulungagung, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Jombang, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Probolinggo serta Kota Pasuruan.

Sedangkan daerah yang ditetapkan rawan longsor adalah : Kabupaten Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Kabupaten Malang, Batu, Trenggalek, Pacitan serta Ponorogo.

Di 32 daerah ini BPBD juga telah menyiapkan peta bencana yang di dalamnya berisi SOP (Standar Operasional Prosedur) diantaranya mengenai jalur evakuasi, logistik, serta tim penanggulangan bencana.(R-6)

 

Ilustrasi banjir