BPK Pantau Pemberangkatan Calhaj di Embarkasi Surabaya

 Info Haji

 

Suasana pemberangkatan calhaj di Asrama Haji Surabaya

Surabaya (DOC) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ikut memantau pelaksanaan pemberangkatan Jamaah Calon Haji (Calhaj) di Embarkasi Surabaya. Keterlibatan BPK dalam penyelenggaraan ibadah haji, setelah terbongarnya praktik jual beli kuota haji yang mengakibatkan 36 Calhaj asal Mojokerto gagal berangkat  ke Tanah Suci karena menggunakan paspor palsu.
Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sutarno Pertowiyono mengungkapkan, pegawai  BPK yang bertugas sekaligus melaksanakan rukun Islam kelima dari Embarkasi Surabaya berjumlah 2 personel. Mereka tergabung dalam rombongan jemaah haji Kloter 53.
“Petugas BPK yang terjun memantau pelaksanaan Ibadah haji dari Embarkasi Surabaya 2 personel” ujarnya.
Informasi lain mengenai  calhaj yang meninggal. Di tanah suci, Sekretaris I PPIH Embarkasi Surabaya Soetarno mengungkapkan total calhaj Indonesia yang meninggal di tanah suci mencapai 27 orang.
“Jumlah jamaah hingga saat ini yang meninggal dunia kurang lebih 27 orang,” ungkapnya.
Dari Embarkasi Surabaya bertambah 1 yakni almarhumah Siti Maimunah binti Naipin (66th) asal Kabupaten Sidoarjo Kloter 35 meninggal di Madinah karena mengalami gangguan sistem sirkulasi.
Sedangkan calhaj Embarkasi Surabaya yang masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi  2 orang  yakni Trimo bin Sarman  dari kloter 4 dan Sudarti binti Wiryorejo. Sementara,  yang masih dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia juga 2 orang yakni Masyhari bin Muhammad Toha dari Kloter 4 serta Rohamah binti Sapuan dari Kloter 7.(K-4/r3)