BPOM Dorong Standarisasi Keamanan Pangan Dalam forum APEC

Surabaya,(DOC)- Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mendorong standarisasi  keamanan pangan sebagai pendukung daya saing produk pangan antarnegara dalam Forum Asia Pasific Economic cooperation di Surabaya.

Kepala Badan POM RI Lucky S Slamet dalam keterangan persnya, Rabu (10/4/2013)  mengatakan  berdasarkan ketentuan WHO,  masing-masing negara berkewajiban untuk mengawal tingkat keamanannya sebelum dipasarkan . Namun demikian  pihak  produsen adalah pihak  yang bertanggung jawab apabila ada temuan atau pelanggaran.

“Kami berharap dari workshop ini ada  umpan balik dari negara-negara peserta agar diperoleh satu modul untuk penerapan standar keamanan pangan, untuk bisa bersaing dan komoditas kita tidak ditolak memasuki negara lain,” katanya.

Lucky  mengatakan proses pembahasan keamanan pangan itu, penekanannya pada upaya  pencapaiannya melalui  konvergensi bukan harmonisasi, sebab  selama ini yang dikhawatirkan hanya menguntungkan Negara maju.

” Sekitar 90 persen dari industri di APEC adalah UMKM, sehingga kesempatan ini bisa kita manfaatkan agar negara-negara berkembang bisa mendapat manfaat,”  ujarnya.

Melalui forum APEC ini, Badan POM berkepentingan agar produk dalam negeri bisa diterima di negara lain,sekaligus bisa melindungi pasar dalam negeri dari produk luar yang tidak sesuai standar keamanan pangan.

Kepala BPOM RI, Lucki S Slamet menambahkan, meski  hasil pertemuan ini  tidak bersifat mengikat, namun  akan digunakan sebagai  bahan rekomendasi pada pembahasan perdagangan di level “World Trade Organization” (WTO).

Pada forum APEC ini Indonesia akan membagi pengalamannya dalam hal membangun komunikasi dengan para pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) untuk menjaga standar keamanan produknya. Pasalnya, hanya sekitar 24 persen Industri rumah tangga pangan yang telah menerapkan standarisasi pangan.

” hanya sekitar  24,14 persen IRTP yang menerapkan standar keamanan pangan yang baik, sedangkan  sekitar  59 persen yang melakukan pendaftaran produk pangan ke Badan POM. Meski cukup baik, akan kita upayakan untuk ditingkatkan.” Paparnya.

Melalui forum APEC, BPOM mengharapkan antara negara bisa  saling membantu menemukan cara yang aman, dalam “good manufacturing practices” yang berkesinambungan.  Pasalnya, standarisasi keamanan pangan merupakan proyek berkesinambungan guna menyambut kawasan ekonomi ASEAN 2015. (K-4)