Budayakan Membaca Untuk Gaya Hidup

Tidak ada komentar 161 views

Surabaya,(DOC) — Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Tahun 2013, Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya menggelar festival Budaya Pustaka Surabaya di Taman Flora, 2 sampai 3 Nopember 2013.
Kegiatan bertema meningkatkan kecerdasan dan kreatifitas masyarakat dengan menjadikan membaca sebagai gaya hidup (life style) yang bisa dinikmati semua kalangan ini dihadiri Kepala Pusdiklat Perpustakan Nasional, Garjito dan anggota Komisi X DPR RI, Guruh Soekarno Putra serta komunitas membaca yang ada di Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Kepala Pusdiklat Perpustakaan Nasional, Garjito, mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk meningkatkan minat baca warga di Kota Pahlawan melalui keberadaan ratusan perpustakaan di berbagai titik. Garjito menilai, komitmen Pemkot tersebut sejalan dengan tugas Badan Perustakaan Nasional.
“Kami sangat mengapresiasi Pemkot Surabaya atas kepedulian dan dukungannya untuk menyukseskan kegiatan ini. Kota Surabaya layak mendapatkan apresiasi luar biasa,” tegas Garjito saat membuka acara pembukaan Festival Budaya Pustaka Surabaya, Sabtu(2/11/2013) kemarin.
Kota Surabaya memang memiliki citra positif dalam hal membangun budaya baca. Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya telah menjadi juara I kategori perpustakaan umum di Indonesia.
“Agar minat baca masyarakat tinggi, harus ada berbagai upaya. Nah, melalui acara ini, saya berharap dapat efektif mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat. Ini tugas dan tanggung jawab kita bersama. Kita harus mampu wujudkan bangsa Indonesia berbudaya baca tinggi,” sambung Garjito.
Sementara Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya, Arini Pakistyaningsih mengatakan, saat ini sudah ada 947 perpustakaan di Kota Pahlawan. Ratusan perpustakaan tersebut tersebar di berbagai tempat seperti di balai RW, rumah susun, Puskemas, panti asuhan dan juga terminal. Itu belum ditambah perpustakaan mobil keliling yang mobile berkeliling di 31 kecamatan.
“Kita langsung masuk ke titik sasaran di mana masyarakat berkumpul. Ini upaya untuk mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat. Kita ingin masyarakat Surabaya punya minat baca tinggi,” jelas Arini.
Dijelaskan Arini, tantangan bagi warga Kota Surabaya ke depannya semakin berat seiring akan diberlakukannya era Asia Free Trade Area (AFTA) pada 2015. Jika tidak gemar membaca, warga Surabaya akan tertinggal dari persaingan di tingkat global.
“Sebuah negara bisa maju karena punya SDM unggul. Dan itu karena budaya baca yang tinggi. Jika tidak, kita akan tertinggal dan hanya jadi penonton dalam persaingan global,” ujar Arini.
Dijelaskan Arini, kegiatan Festival Budaya Pustaka ini diramaikan berbagai kegiatan. Diantaranya workshop menulis yang diikuti 300 siswa SDN, membuat layang layang dari bahan bekas plastik, membuat celengan dari botol bekas, membuat alat peraga untuk edukasi, pentas seni peserta, dan pameran Usaha Kecil Menengah (UKM). Juga ada pawai literasi, kampanye gemar membaca,
lomba-lomba yang berunsur seni, budaya, akademik dan entertaint.
“Juga ada talkshow bersama Komisi X DPR RI di mana pak Guruh Soekarno Putra sudah hadir langsung,” sambung Arini.(humas/r7)