BUMN Tetap Jadi Idola Pembayaran MP3EI

Tidak ada komentar 139 views

Jakarta, (DOC) – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menjadi sumber pembiayaan infrastruktur yang dominan dalam pengembangan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pengembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo dalam Summary Hasil Revisi dan Realisasi Rencana Groundbreaking di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (8/4/2014).
Lukita memberikan contoh GrounBreaking (GB) di koridor ekonomi Jawa dengan nilai infrastruktur mencapai Rp 217,7 trilun. BUMN menyumbang porsi Rp 82,497 triliun, sedangkan pemerintah Rp 76 triliun. Sisanya swasta Rp 8 triliun dan campuran sekitar Rp 49,8 triliun.
“GB di Jawa sangat besar karena adanya pembangunan MRT North-South tahap I dan II dengan investasi Rp 40 triliun. Selain itu, adanya pembangunan terminal 3 dan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta dengan investasi Rp 26,2 triliun,” katanya.
Tidak hanya di koridor Jawa, namun koridor Sumatera dengan nilai infrastruktur Rp 55 triliun. BUMN menyumbang Rp 24,4 triliun, swasta Rp 4,3 triliun, pemerintah Rp 17,7 triliun, dan campuran Rp 9,7 triliun.
“Dalam koridor Sumatera ini sedang dalam tahap pembangunan dan penyelesaian Bandara Kualanamu, pembangunan rel kereta api Araskabu-Bandara Kualanamu, dan pembangunan PLTU Bangkalan Susu FTP 1 (440 MW) dan FTP 2 (2X20MW),” tambahnya.
Berdasarkan data Bappenas untuk koridor Kalimantan dengan nilai infrastruktur mencapai Rp 56,8 triliun yang mana BUMN menyumbang Rp 23,7 triliun dan campuran sekitar Rp 18 triliun. Koridor Sulawesi dengan nilai infrastruktur Rp 15,7 triliun dan Koridor Bali-NTT dengan total nilai infrastruktur Rp 17,5 triliun. Sedangkan, koridor Papua-Maluku dengan nilai infrastruktur Rp 24,6 triliun. (we/r4)