Bupati Lumajang Hingga Gus Ipul Tak Respon Petani Terdampak Penampangan Ilegal

Lumajang,(DOC) – Kurang lebih 30 warga dari Forum kelompok Peduli Lingkungan hidup Lumajang (FMPLHL) menggelar sosialisasi tentang pengajuan kerugian sawah yang gagal panen pasca penambangan pasir ilegal yang dilakukak mantan Kades Hariono di pesisir pantai Watu Pecak.  Aksi tersebut dilakukan  di Dusun Kesambian, Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang. Minggu (18/9/2016) siang.

Warga yang kebanyakan berprofesi sebagai  petani,  membawa spaduk bertulisan “FMPLHL Sebagai Sahabat Salim Kancil Memohon Keadilan Kepada Bapak Presiden RI dan Kepada Ketua DPR RI”. Aksi warga tersebut juga diwarnai dengan pengumpulan tanda tangan dan foto copy KTP yang akan di diserahkan ke Pemerintah Pusat untuk mendesak agar segera ada tindakan.

Ketua koordinator Forum kelompok peduli lingkungan hidup Lumajang (FMPLHL) Abdul Hamid menyampaikan, aksi simpatik ini demi memperjuangkan hak azasi para petani yang selama 3 tahun mengalami gagal panen dampak dari penambangan illegal milik mantan Kepala Desa Hariono.

“Tanda tangan warga jika sudah lengkap nanti akan dikirim ke Presiden RI, Menteri Sosial, DPR RI , Komnasham dan Mentri Perekonomian. Dengan kekompakan ini apabila ada yg meminta tanah tersebut tidak boleh di kasihkan tanpa berkoordinasi terlebih dengan pihak desa selok awar-awar,”ujarnya.

Ia menambahkan, perjuangan warga selama ini tak pernah di gubris oleh Bupati Lumajang dan Wakil Gubenur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Seringkali warga berkirim surat meminta solusi atas tanahnya yang rusak, namun tak ada realisasinya hingga para petani di kawasan penambangan illegal mengalami kerugian akibat gagal panen.

“Tidak adanya respon dari pemerintah sehingga kami dari FMPLHL Selok Awar-awar mengambil langka yakni menggelar aksi simpatik, sekaligus sosialisasi ke para petani untuk mengumpulkan data administrasi agar usulan pengajuan ganti rugi yang gagal panen selama tiga tahun diganti oleh pemerintah,” pungkas Abdul Hamid.(mam/r7)