Buruh Perjuangkan Gaji Wartawan, Tuntut UMK Surabaya Rp 2,8 Juta

Surabaya, (DOC) – Aktivis/praktisi buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia(FSPMI), Jamaludin, Rabu (17/9/2014), mendatangi kantor DPRD Surabaya. Bersama rekan-rekannya, Jamaludin ingin melakukan audiensi dengan anggota dewan, terkait masalah Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya.

Menurut Jamaludin, pihaknya menolak upah murah dan menetapkan upah layak dalam UMK dan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Surabaya sebesar Rp2.860.000 – Rp3.718.000. Menurut dia, besaran UMK di Jatim masih murah dan jauh dari layak. Padahal karakteristik, kebutuhan, beban kerja, resiko, skill dan kondisi pekerjaan dalam dunia industri yang beragam, mengharuskan sistem pengupahan berlangsung secara lebih adil dan fair. Karena itu perlu UMK maupun UMSK yang berbasik pada sektor-sektor tertentu.

“Survey KHL untuk UMK Jatim termasuk Kota Surabaya untuk 2015 sudah dilakukan dan sekarang tengah digodok di Dewan Pengupahan Kota Surabaya. Hasil survey pasar tersebut akan ditetapkan menjadi nilai KHL dan direkomendasikan menjadi usulan UMK Kota Surabaya, selambat-lambatnya 18 Oktober 2014. Selanjutnya Gubernur menetapkan UMK itu selambat-lambatnya 21 Nopember 2014,” tandas Jamaludin.

Dia melanjutkan, proses dan survei UMSK Jatim termasuk Kota Surabaya untuk 2015 akan dilakukan Dewan Pengupahan Kota Surabaya pada 29 September – 24 Oktober 2014. Hasil survey tersebut akan ditetapkan menjadi nilai UMSK dan direkomendasikan menjadi usulan UMSK Kota Surabaya selambat-lambatnya 12 Desember 2014. Gubernur Jatim akan menetetapkannya paling lambat 31 Nopember 2014.

Saat ini juga sudah ada Pergub 27/2014 tentang Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota di Jatim Tahun 2014. Dinas Tenaga Kerja Surabaya (se-Jatim) dan DPP Apindo, diminta untuk melaksanakan Pergub itu sebagaimana mestinya. Surat itu dikirimkan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Pemprov Jatim untuk seluruh Dinas Tenaga Kerja di Jatim.

“Untuk usulan UMSK Surabaya yang sudah kita survei sebesar Rp2.310.000 itu terdiri dari 78 item jenis pekerjaan atau sektor dan hanya berlaku untuk perusahaan PMA/ PMDN Tbk. Sementara, buruh mengusulkan UMK Jatim 2015 naik 30 persen dari UMK Sebelumnya, yang terdiri dari Kota Surabaya sebesar Rp2.860.000, Kabupaten Gersik Rp2.853.500, Kabupaten Pasuruan Rp2.847.000, Kabupaten Sidoarjo Rp2.847.000 dan Kabupaten Mojokerto sebesar Rp2.665.000. Untuk UMSK Surabaya 2015 dan UMSK Jatim 2015 kenaikannya dituntut sebesar 10 persen sampai 30 persen. Kota Surabaya UMSK Golongan I (10 persen) sebesar Rp3.146.000, UMSK Golongan II (20 persen) sebesar Rp3.432.000 dan UMSK Golongan III (30 persen) sebesar Rp3.718.000,” tandas Jamaludin.

Yang menarik FSPMI pada 2015 mengusulkan UMSK untuk Jurnalis atau Pekerja Media. Mereka memerjuangkannya pekerja media memiliki standar upah khusus di atas UMK dan berbeda dengan pekerja atau buruh yang bekerja di sektor semi formal dan manufaktur dalam bentuk UMSK. Ada tiga kategori pekerja media, seperti pekerja penerbitan surat kabar, jurnal, buletin, jurnal, buletin dan majalah, kategori kedua adalah pekerja dengan kegiatan kantor berita oleh pemerintah dan kategori ketiga adalah pekerja dengan kegiatan kantor berita oleh swasta. (co/r4)