Buruh Surabaya Tuntut KHL Rp 2 Juta

 Featured, Kesra

Salah satu aksi buruh.

Surabaya, (DOC) – Buruh Surabaya mendesak agar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini segera memasukan usulan KHL dan UMK ke Provinsi Jatim. Jika dalam 1×24 jam usulan itu tak dimasukan, maka buruh agar segera menggelar demo besar-besaran.
Dalam aksinya, buruh juga menuntut agar KHL Surabaya 2013 dinaikan jadi Rp 2 juta. Hal ini agar upah buruh di kota ini lebih besar dari kota lain di Jatim. Pada 2012, upah buruh Surabaya justru kalah dengan daerah lain yang masuk ring I Jatim.
Karena itu, para buruh mengusulkan agar KHL 2013 naik atau lebih tinggi dari daerah lain. Buruh mengaku hal itu sudah dilakuakn survey, jadi tak asal menyebutkan angka saja. Untuk merealisasikan tuntutannya, para buruh pun menggelar aksinya di depan kantor DPRD Surabaya dan Pemkot Surabaya pada Rabu (24/10/2012).
“Walikota Surabaya harus bertanggungjawab segera menyerahkan nilai UMK ke gubernur. Tapi sampai sekarang masih molor,” tegas Jamaludin salah satu pendemo.
Menurut dia, selama ini hasil survei KHL di Surabaya tidak transparan. Selain itu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa, nilai KHL di Surabaya lebih jeblok dibandingkan dengan daerah lain.
“Surabaya ini kota besar kedua di Indonesia, jangan sampai KHL-nya kalah dengan daerah lain. Di Pasuruan saja, Bupatinya sudah menetapkan KHL 2013 sebesar Rp 1.552.650. Sampai sekarang, Surabaya belum menentukan angka KHL dan UMK,” ujar Jamaludin. (R4)