Buruh Surabaya Tuntut UMK Tertinggi

Tidak ada komentar 139 views

Surabaya, (DOC) – Penentuan nilai UMK Surabaya yang kalah dengan Gresik dan Pasuruan membuat para buruh geram. Rabu (13/11/2013), para buruh yang tergabung dalam DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Surabaya, Sarbumusi, SP LEM Kota Surabaya, Serikat Pekerja Nasional dan beberapa elemen buruh lainnya mendatangi gedung negara Grahadi.
Mereka menuntut perbaikan UMK Surabaya. Harapannya, UMK Surabaya yang ada di Ring I Jatim ini harus lebih baik dari UMK daerah lain. Selain itu, Dewan Pengupahan Jatim dianggap tak bisa menyelesaikan persoalan upah sehingga wajib dibubarkan.
Aksi massa itu mengharuskan petugas kepolisian menutup jalan yang menuju ke Grahadi. Dengan adanya pengalihan arus lalu lintas itu, membuat sejumlah ruas jalan padat dan terjadi kemacetan.
Dalam aksi itu, para buruh membawa spanduk dan poster penolakan UMK Surabaya yang lebih kecil dari Gresik dan Pasuruan. Para buruh itu berasal dari berbagai wilayah industri di Surabaya. Seperti dari SIER Rungkut, Mastrip Karang Pilang, Margomulyo, Osowilangun, dan lainnya.
Dendi Prayitno, salah satu koordinator aksi mengatakan, dalam aksi kali ini massa buruh menuntut UMK Surabaya 2014 harus tertinggi di Jatim, minta penetapan UMK harus sesuai mekanisme hukum yang berlaku, mendesak pemerintah menghapus sistem kerja outsourcing dan menolak iuran BPJS bagi pekerja.
Tak puas aksi di Grahadi, massa buruh menuju kantor gubernur di Jl Pahlawan. Pengawalan ketat petugas kepolisian pun dikerahkan untuk menuju kantor gubernur Jatim. (co/r4)