Buruh Terima UMK Surabaya

 Ekonomi, Featured

UMK Surabaya dianggap tertinggi di Jatim.

Surabaya, (DOC) – Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI), Djamaludin mengaku bisa menerima dengan usulan Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya yang ditetapkan sebesar Rp 1.567.000. Apalagi sejauh ini UMK Surabaya merupakan yang tertinggi di Jawa Timur.

“Untuk Kabupaten Pasuruan UMK-nya Rp 1.552.650, itu artinya UMK Surabaya merupakan yang tertinggi di Jatim, tapi tidak tahu lagi jika nanti menjelang penetapan ada perubahan lagi,” ujar Djamaludin.

Djamaludin mengungkapkan, untuk Kebutuhan Hidup Layak (KHL), yang diajukan Kabupaten Pasuruan memang lebih tinggi dari Surabaya. jika KHL Surabaya hanya Rp 1.402.000, maka kebutuhan hidup layak Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 1.502.000.

“Harapan para buruh sebenarnya kan Rp 2 juta, jika dikatakan puas tentu belum. Tapi sebagai rasa terima kasih kepada Walikota saya kira itu jauh kebih baik,” terangnya.

Menurut Djamaludin, diterimanya usulan UMK yang ditetapkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dilandasi oleh beberapa alasan. Pertama, Walikota Surabaya telah memiliki andil besar atas upgrade KHL Surabaya yang mengalami peningkatan hingga 110 persen. Sedang yang kedua, untuk penetapan UMK 2013 akan ditetapkan sebanyak dua kali. Yaitu UMK pada 21 Nopember dan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) pada bulan Desember.

“Untuk UMKS besarnya lebih tinggi 5 persen dari UMK yang telah ditetapkan pada bulan Nopember. Namun keduanya baru berlaku pada Januari 2013,” terangnya.

Oleha karena itu, guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, dirinya beserta buruh yang lain akan mengawal UMK yang telah ditetapkan Walikota Surabaya tersebut, sampai penetapan yang dilakukan Gubernur Jawa Timur. Sebab jangan sampai UMK yang diajukan pemkot ditolak apalagi sampai ada pengurangan nominalnya.

Sementara menyikapi besaran UMK yang telah ditetapkan pemkot Surabaya, Ketua Komisi B (perekonomian) DPRD Surabaya, Mochammad Machmud menyatakan bila nominal sebesar Rp 1.567.000 sudah lebih baik dibandingkan tahun yang kemarin. Pasalnya jika menuruti kemauan dari para buruh, tentu tidak akan ada habisnya.

“Saya kira itu sudah bagus, apalagi saya dengar juga merupakan yang tertinggi di Jatim,” ujar Mochammad Machmud.
Machmud menjelaskan, dalam penentuan upah buruh ada hal penting yang harus diperhatikan. Yaitu terkait kemampuan perusahaan dalam menggaji karyawanya. Sebab jangan sampai dengan gaji besar yang diterima para buruh justru membebani perusahaan dimana mereka bekerja.

“Jika gaji karyawanya besar, kemudian perusahaanya bangkrut tentu karyawan juga nanti yang akan dirugikan karena akan kena PHK,” cetus legislator dari Partai Demokrat (PD) tersebut. (k1/r4)