Bus TransJakarta Import Dari China Akan di Ganti Bus Produk Local

Karawang,(DOC) – Armada bus TransJakarta hasil diimpor dari China yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta mengalami banyak kerusakan. Padahal produk bus buatan lokal diyakini lebih berkualitas daripada produk impor.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi menjelaskan bahwa bus produksi dalam negeri jauh lebih unggul.

“Indonesia lebih bagus kualitasnya, kita kan memenuhi standard internasional,” ucap Budi Darmadi usai acara peluncuran Pabrik Baru Sharp di Karawang, Jawa Barat, Rabu(12/02/2014).

Selain itu, Budi juga menambahkan bahwa dari segi harga bus produksi dalam negeri juga bisa kompetitif dibandingkan dengan produk impor “Kalau sama-sama bayar pajak kompetitif kita harganya,” sambung Budi.

Ia menjelaskan bus Trans Jakarta saat ini ada beberapa yang merupakan produk dari dalam negeri yaitu bus Inobus produksi PT INKA. “TransJakarta ada yang buatan sini yang Inobus yang gandeng itu buatan INKA,” imbuh Budi.

Budi menjelaskan bahwa sejak tahun 2000, Kementerian Perindustrian sudah mengembangkan produk dalam negeri yaitu dengan mendorong penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) menjadi 0%

“Sejak tahun 2000 kita sudah mengembangkan angkutan umum. Sejak tahun 2000 PPn BM nya kita nol kan. Makanya industri angkutan umum sudah 13 tahun itu bisa men-supply hampir 95% total kebutuhan dalam negeri, kemudian beberapa kita ekspor jadi kualitasnya internasional,” ujarnya.
Selanjutnya Budi menilai jika ada Pemda yang berminat produk busa dalam negeri, sebenernya bisa memenuhinya. Asalkan pemesanannya tak mendadak tapi butuh proses persiapan.

“Jadi kalau kita ada planning kita sanggup dan mampu kebutuhan pemda-pemda men-supply angkutan umumnya, apakah itu butuhnya bis besar, sedang atau yang lebih kecil,” papar Budi.

Pada kesempatan yang sama Menteri Perindustian (Menperin) MS Hidayat juga memberikan anjuran agar menggunakan produksi bus dan produk dalam negeri.

“Saya menganjurkan tolong dipertimbangkan menggunakan produksi bus dalam negeri. Karena sejak 10 tahun lalu. Produksi dalam negeri untuk bus, truk, pick up, diproduksi dalam negeri 90%. Mungkin kualitasnya sedikit berkurang tapi tidak separah itu lah. Kalau tidak bisa seluruhnya diserap seluruhnya, separuhnya saja tolong dipertimbangkan. Kalau juga gak apa-apa,” kata MS Hidayat.(dc/r7)