Butuh JPO di Sekitar Fly Over Pasar Kembang

Tidak ada komentar 204 views

Surabaya,(DOC) – Jalan layang (flyover) Pasar Kembang – Diponegoro sudah rampung dikerjakan. Namun sayang, selesainya proyek jalan nasional itu tidak diikuti dengan pembuatan perlintasan yang menghubungkan wilayah Kupang Krajan dengan Pasar Kembang atau sebaliknya. Tidak adanya sarana penyeberangan ini membuat akses dari kedua wilayah ini menjadi terganggu.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Reni Astuti meminta pada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar segera dibangun sarana penyeberangan. Dengan terganggunya akses penyeberangan tersebut, maka dikhawatirkan akan mengganggu proses kegiatan warga, khususnya aktivitas ekonomi. Selama ini, warga Kupang Krajan selalu berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Kembang. Jika tidak ada sarana penyeberangan, warga bisa jadi enggan ke Pasar Kembang. “Entah dibangun sarana penyeberangan seperti apa saya nggak tahu ya. Bisa zebra cross atau JPO (jembatan penyeberangan orang). Tapi, kalau dilihat dari arus lalu lintasnya, paling tepat dibangun JPO,” katanya, Minggu(26/1/2014) kemarin.

Jika tidak dibangun sarana penyeberangan, anggota dewan dari fraksi PKS ini, bisa jadi Pasar Kembang lama-kelamaan akan sepi pembeli. Sebab, sebagian pembeli yang berasal dari Kupang Krajan enggan untuk berbelanja di sana. Warga akan memilih ke tempat berbelanja lain yang dianggap lebih dekat dan tidak beresiko di jalan. “Memang sejauh ini saya belum turun langsung ke Pasar Kembang untuk mengetahui apakah pasar tersebut mulai sepi ketika tidak ada sarana penyeberangan di depan mereka. Tapi, menurut beberapa warga Kupang Krajan meminta agar dibangun sarana penyeberangan untuk memudahkan menuju Pasar Kembang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Eddi membenarkan bahwa, tidak ada sarana penyeberangan yang menjadi akses melintas bagi warga Kupang Krajan ke Pasar Kembang dan sebaliknya. Dia juga menilai, memang seharusnya ada sarana penyeberangan untuk mempermudah akses jalan warga dan ada kegiatan pasar. “Dalam waktu dekat kami akan meninjau ke lokasi dan akan melakukan survey. Nanti, dari survey itu, sarana penyeberangan yang paling tepat itu apa. Apakah membuat zebra cross atau JPO. Nanti akan dikaji. Ini kan tentu butuh waktu. Kalau sarana penyeberangan memang harus ada,” katanya.

Eddi menambahkan, tidak mudah membangun JPO atau zebra cross di sekitar flyover sepanjang 775 meter. Pasalnya, selain itu merupakan jalan nasional, di sana juga terdapat rel perlintasan Kereta Api (KA). Sehingga, selain berurusan dengan pemerintah pusat, juga harus beurusan dengan PT KA. “Kalau itu proyek Pemkot dan tanahnya tanah milik Pemkot itu sangat mudah. Tinggal dianggarkan saja, proyek sudah bisa jalan. Untuk sementara, kami akan bangun zebra cross terlebih dulu, tapi lokasinya saat ini masih kami cari,” pungkasnya.(r7)