Cak dan Ning Surabaya Gelar Balapan Sangar Volume 2, Sosialisasi Peduli Wisata dan Transportasi

foto : running man (ilustrasi)

Surabaya,(DOC) – Hari pahlawan yang jatuh pada bulan November selalu diperingati Warga Surabaya dengan cara-cara yang menarik dan mendidik seperti halnya parade juang dan sekolah kebangsaan. Nah, pekan ini, masyarakat surabaya kembali diajak untuk mengenang jasa pahlawan dan sejarah Kota Pahlawan melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh paguyuban Cak dan Ning dengan tema, “Balapan Sangar Volume 2”, Minggu, (19/11/2017).

Ketua Pelakasana Balapan Sangar volume 2 Harits Darnawan (23) menjelaskan maksud dan tujuan serangkaian acara balapan sangar volume 2. Kegiatan ini, kata dia, mirip dengan perlombaan running man yang mana nantinya peserta dengan usia 17-35 akan berpetualang dan menyelesaikan tantangan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

“Nanti di setiap pos, peserta diminta untuk menjawab pertanyaan seputar sejarah kota surabaya dan memecahkan games di setiap pos. Lebih dari itu, kami juga ingin memperkenalkan tempat wisata-wisata yang ada di surabaya,” kata Harits, Sabtu, (18/11/2017).

Disampaikan Harits, kegiatan balapan sangar yang terinspirasi dari Amazing Race dimulai pukul 8 pagi hingga selesai (estimasi waktu selesai pukul 3 sore) dengan rute awal, Siola (rooftop siola) – Taman Apsari – Taman Surya – Monumen Kapal Selam – Kebun Binatang Surabaya – Tugu Pahlawan dan finis di Siola. Selama kegiatan, lanjut Harits, peserta hanya diperbolehkan menggunakan alat transportasi lawas seperti Bus, Bemo dan becak.

“Alasan memilih transportasi lawas karena kami ingin mengembalikan kembali minat masyarakat yang saat ini mulai tergeser keberadaannya oleh alat transportasi online. Sedangkan untuk rute kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” jelasnya.

Diakui Harits, acara yang digelar sejak tahun 2015 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun kemarin, sambung Harits, games dan jumlah lokasi lebih sedikit dan jaraknya lebih dekat, tahun ini games dan lokasi dibuat agak berbeda. “Kalau tahun sebelumnya rutenya lebih dekat, kalau sekarang lumayan jauh, begitu pula dengan gamesnya,” tutur alumnus Institut Sepuluh November (ITS) itu.

Cak Harits – sapaan akrab Harits Darnawan menambahkan, selama kegiatan berlangsung paguyuban Cak dan Ning dibantu oleh dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya. “Disbudpar mensupport perizinan, makanan untuk peserta serta memberi materi (semacam talk show),” imbuh pria kelahiran surabaya ini.

Dipastikan, jumlah peserta yang ikut dalam acara ini sebanyak 30 tim. Masing-masing tim berisi 3 orang. Pemenang akan mendapat hadiah uang tunai, piala dan bingkisan. “Juara 1 mendapat uang Rp 2,5 juta, juara 2 mendapat uang Rp 1,5 juta dan juara 3 mendapat uang Rp 1 juta,” pungkasnya.(hm/r7)