Caleg Berhalangan Dalam DCT Dibiarkan Kosong

Tidak ada komentar 106 views

Surabaya,(DOC) – Daftar Calon Tetap(DCT) Pemilu Legeslatif Kota Surabaya, Kamis(22/8/2013) hari ini, telah dilansir oleh KPU Kota Surabaya. Penetapan DCT Pemilu Legeslatif kota Surabaya ini, ditandai dengan penandatanganan seluruh komisioner KPU Surabaya, yang disaksikan oleh perwakilan pengurus Partai politik dan Stage Holder lainnya seperti Bakesbanglinmas serta Polretabes Surabaya.
Terdapat 3 nama calon legeslatif untuk tingkat kota Surabaya dari Partai Gerindra, PKPI, dan PKB yang dinyatakan gugur, tidak masuk dalam DCT Pemilu Legeslatif 2014 mendatang. Disampaikan oleh Ketua KPU Surabaya Eko Sasmita dalam kesempatan tersebut menyatakan, 3 nama caleg yang gugur tersebut, bukan tidak lolos administrasi tetapi memang berhalangan tetap yaitu sakit dan meninggal dunia.
Setelah masuk dalam DCT ini, Menurutnya Eko, caleg yang nantinya mendapat halangan dan bisa menggugurkan pencalonannya, seperti tersangkut kasus pidana atau meninggal dunia, maka oleh KPU, DCT akan dibiarkan kosong.
“Jika Caleg yang mendapat halangan tersebut, mendapatkan suara terbanyak hingga mencapai quota perolehan kursi legeslatif, maka secara otomatis caleg tersebut dinyatakan gugur dan langsung diganti dengan caleg yang mendapat suara terbanyak dibawahnya” kata Eko Sasmita.
Sementara itu, Komisioner KPU Surabaya, Bidang Teknis Penyelenggara, Edward Dewaruci menjelaskan, selama masa verifikasi daftar calon sementara (DCS), memang diakui, bahwa KPU mendapat masukan dugaan pelanggaran dari masyarakat untuk tiga partai politik peserta pemilu yaitu PKB, Golkar dan PDI Perjuangan. Namun kesemuanya sudah dilakukan klarifikasi ke partai yang bersangkutan.
Ia juga menyinggung soal perubahan DCS menjadi DCT. Menurut Edward, ada tiga partai yang melakukan pergantian DCS dan secara keseluruhan sudah diverifikasi untuk penulisan nama, gelar sekaligus ejaannya.
“Penggantian DCS dari PKB ada caleg Munifah yang meninggal dunia diganti Hanafiah Rahmawati, persyaratannya sudah diverifikasi. Partai Gerindra ada Imanuel Frederik Lumoindong yang meninggal dunia diganti Fritz Filmoth Ataupah. Sementara untuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Ibu Noverni Susanti mengundurkan diri dari Dapil 5 nomor urut 2 diganti Laila Wahyu Alif,” jelas Edward.
Khusus untuk calon perempuan di Daerah pemilihan yang diganti, harus segera dilakukan secepatnya agar partai tersebut tetap memenuhi kuota di Daerah Pemilihan. “Ini sangat penting, karena jika Parpol tidak memenuhi, maka akan dijatuhi sanksi, yaitu tidak bisa ikut Pemilu”,Tegas Tetet panggilan akrab Edward.
Kesempatan yang sama, Ketua Panwaslu kota Surabaya, Wahyu Hariyadi mengingatkan kepada para Caleg untuk memperhatikan banyaknya pelanggaran yang telah dilakukan saat pemasangan dan penempatan baliho yang belum waktunya. “Ya Panwaslu akan menertibkan baliho dan atribut caleg yang menyalahi aturan,” cetus Wahyu.(R7).