Caleg Incumbent Berguguran di Dapil Neraka

Tidak ada komentar 209 views

Jakarta, (DOC) – Peta perpolitikan di Jakarta khususnya di daerah pemilihan (dapil) III yang meliputi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu pasca penghitungan suara menciptakan persaingan baru antar calon legislatif (caleg), dimana caleg-caleg petahana yang pernah masuk parlemen terancam tidak terpilih lagi.
Dapil yang menyediakan 8 kursi ke Senayan ini juga banyak disebut sebagai dapil neraka di pemilu legislatif dikarenakan adanya persaingan ketat antar caleg petahana. Seperti Marzuki Alie (Demokrat), Effendi Simbolon (PDI Perjuangan), Adang Daradjatun (PKS), Tantowi Yahya (Golkar) dan Achmad Dimyati Natakusumah (PPP). Selain itu, terdapat juga nama-nama pesohor seperti Farhat Abbas (Demokrat) dan Jeremy Thomas (PAN).
Marzuki Alie, yang dalam real count dilaporkan hanya mendapatkan 10,633 suara diyakini akan sulit kembali lagi ke Senayan. Beberapa pengamat menyatakan, Marzuki terkena efek domino merosotnya suara partai Demokrat. Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan Pengamat Politik, Ray Rangkuti, yang mengatakan penurunan perolehan suara Demokrat di Jakarta disebabkan oleh jebloknya suara di tingkat nasional. “Masyarakat sudah terlanjur memberi kesan buruk pada Demokrat yang selalu tersandung dengan korupsi. Salah satu efeknya ya di Jakarta ini, wilayah lain pun akan serupa keadaannya,” ucap Ray.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, menjelaskan bahwa citra partai Demokrat yang semakin buruk menjadi salah satu faktor kemerosotan suara Demokrat. “Selain itu, caleg incumbent yang tidak dipilih lagi oleh masyarakat membuktikan caleg-caleg tersebut sudah tidak dipercaya lagi. Kepercayaan terhadap mereka telah berkurang, jadi wajar jika masyarakat cenderung memilih caleg yang baru,” ucap Arbi.
Salah satu caleg baru tersebut yakni Ahmad Sahroni dari NasDem yang berpeluang melenggang ke Senayan. Putra asli Jakarta Utara ini dilaporkan dari hasilreal count memperoleh suara yang cukup signifikan. Hal ini didasarkan dari data KPUD Jakarta Utara yang menyatakan perolehan NasDem sudah melewati angka Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) sebesar 12,5 persen. NasDem sendiri memperoleh suara sekitar 19 persen dengan suara terbesar diperoleh Ahmad Sahroni dengan jumlah suara sebesar 48,231 suara, Sahroni secara mengejutkan mengalahkan Effendi Simbolon dengan total suara yang didapatkan 37,481 suara dan Charles Honoris (PDIP) dengan 31,674 suara.
Hasil ini juga sesuai dengan hasil survei Charta Politika awal Maret lalu tentang prediksi perolehan suara parpol di dapil Jakarta III ini. PDIP akan memperoleh 2 kursi, PKS (1 kursi), Gerindra (1), Golkar (1), NasDem (1), Demokrat (1) dan PPP (1). “Di dapil neraka seperti di Jakarta III ini telah terjadi iklim persaingan yang sangat ketat, banyak juga kampanye hitam di daerah ini seperti politik transaksional dan upaya menjatuhkan lawan,” ucap Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai NasDem, Enggartiasto Lukita, mengatakan untuk wilayah Jakarta, NasDem menargetkan meraih enam kursi DPR RI dari sejumlah dapil yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta. “Target NasDem untuk DPR RI enam kursi dari Jakarta. Jakarta Utara dua kursi, paling meleset untuk Utara satu kursi,” ucap Enggar.
Enggar juga menambahkan, pertarungan politik di sejumlah dapil di Jakarta sangat sulit. Menurutnya, dikarenakan banyak politisi lama yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat selama ini. “NasDem mengimbangi dengan menampilkan politisi-politisi wajah baru untuk bersaing dengan mereka untuk meraih tiket ke Senayan, masyarakat sudah cukup pesimis dengan politisi-politisi lama,” sindirnya. (r4)