Caleg PPP Kesandung Kasus Persebaya

Tidak ada komentar 167 views

Surabaya, (DOC) – Dugaan tunggakan pembayaran gaji para pemain persebaya yang berlaga di kompetisi Indonesia Premier League (IPL), oleh mantan CEO Gede Widiade mulai masuk ranah politik. Seakan tidak mau kena imbasnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta agar sengketa gaji tersebut diselesaikan secara hukum.
Sebagai calon anggota legislatif (Caleg) yang maju lewat PPP, khekawatiran yang ditunjukan partai berlambang kakbah itu cukup beralasan. DPC PPP khawatair kasus yang menimpa caleg DPR RI untuk Daerah pemilihan (dapil) 1 Surabaya-Sidoarjo itu, akan dijadikan senjata bagi lawan politik PPP pada pemilu medatang.
“Sebenarnya, antara masalah olahraga dan politik hubunganya cukup jauh. Kita hanya tidak mau, masalah yang saat ini menghempit Pak Gede akan dimanfaatkan 12 partai lainya,” kata Katua Majelis Pakar DPC PPP Kota Surabaya, Norman Fauzi.
Menurut Norman, dalam setia taaruf (perkenalan) yang dilakukan partaianya, baik untuk caleg pusat, propinsi maupun daerah, PPP selalu berpesan agar mampu menjaga amanah yang telah diberikan rakyat. Makanya, begitu kasus yang menyeret salah satu calegnya itu mencuat ia ingin masalah tersebut diselesaikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Masalah gaji pemain Persebaya dibayar atau tidak, itu adalah urusan Pak Gede. Tapi jika terbukti, maka pak Gede harus bertanggung jawab. Dan kami juga akan mengambil sikap,” tandasnya.
Norman meyebutkan, sebenarnya dalam pemberitaan yang ditulis media nama PPP sama sekali tidak dicatut. Namun sebagai bentuk tanggung jawab serta antisipasi, akhirnya pihaknya memilih untuk menyikapi masalah tunggakan gaji pemain persebaya itu.
“Ini masalah antisipasi. Dari pada nanti di bawah keman-mana dan melebar tidak jelas. Lebih baik Pak Gede yang dikorbankan, dari pada nama baik partai yang dipertaruhkan,” tegas pria berbadan tambun ini.
Berbeda dengan Norman Fauzi, Ketua DPC PPP Kota Surabaya, H Bukhori justru mengaku tidak tahu masalah yang terjadi. Meski demikian, ia berharap masalah yang saat ini sedang menjadi bahan pemberitaan itu jangan sampai di bawah ke ranah politik.
“Sebenarnya saya tidak tahu masalahnya. Apalagi, saya juga kirang suka membaca berita olahraga. Namun saya menghormati proses hukum yang saat ini berlangusng,” ujar Bukhori. (k1/r4)