Cawapres Jokowi Sudah Terpilih

Tidak ada komentar 180 views

Jakarta, (DOC) – Calon Presiden yang diusung oleh PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai NasDem, Joko Widodo (Jokowi) sudah menentukan siapa calon wakil presiden yang akan mendampinginya pada putaran pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung pada 9 Juli mendatang. Namun siapa cawapres yang telah dipilih Jokowi baru akan diumumkan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengesahkan hasil rekapitulasi suara nasional pada tanggal 9 Mei nanti.
“Saya kira posisi saya sebagai Sekjen PDIP, harus taat ikut instruksi Ketua Umum. Siapapun cawapresnya harus bisa bekerja sama dengan capres PDIP dan NasDem. Kita nggak bisa asal comot, Surya Paloh dari NasDem pun tidak memaksakan figur tertentu. Harus ada figur yang memahami restorasinya NasDem dan Trisaktinya PDIP,” ucap Tjahjo.
Tjahjo membeberkan bahwa penetapan cawapres Jokowi sudah mempertimbangkan beberapa aspek. “Hal yang lebih penting dari capres dan cawapres yang disepakati oleh PDIP dan NasDem adalah orang yang mau mendengar, langsung bekerja, menyerap memperjuangkan aspirasi masyarakat, mampu melaksanakan prinsip pemerintahan presidensil, mampu mengimplementasikan Trisakti dan memahami restorasi ke depan. Mudah-mudahan setelah tanggal 9 Mei akan diumumkan,” ucapnya.
Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Cappela juga menambahkan bahwa cawapres Jokowi nantinya adalah figur yang melengkapi. “Sosok cawapres Jokowi harus mampu meningkatkan elektabilitas, punya kemampuan dan kapabilitas sebagai cawapres, merupakan karakter perpaduan antar presiden dan wakil presiden.” ucapnya.
Sebelumnya, saat bertemu dengan dengan Ketua umum Partai NasDem Surya Paloh minggu lalu di Kantor DPP NasDem, di Gondangdia, Jakarta Pusat, Jokowi mengaku cawapres yang akan mendapinginya telah terpilih. Siapa orangnya, sudah ada di tangan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP, Surya Paloh selaku Ketua Umum NasDem, dan Jokowi selalu capres.
Sementara itu, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi, mengingatkan kepada PDIP dan NasDem agar tidak salah memilih figur cawapres Jokowi nantinya. “Penentuan soal cawapres menjadi penting, karena dalam konteks pertarungan elektoral yang makin kompetitif terutama antara Jokowi dan Prabowo, peran cawapres Jokowi bukan sekedar sebagai pelengkap penderita, tapi juga penentu kemenangan, karena itu pemilahan nama-nama bukan sekedar dihitung atau dikalkulasi dalam konteks setelah memenangkan pilpres, tapi jauh lebih penting adalah menang dulu atau tidak apakah pasangan tadi menjadi sinergi positif atau negatif untuk Jokowi. Untuk nama-namanya harus dihitung, seperti kelemahan elektoral Jokowi di luar Jawa, dilihat dari kemampuan Jokowi untuk mendekati kelompok Islam,” tutur Burhanuddin. (r4)