Cegah Kerusakan Hutan Dengan Melibatkan Masyarakat

Tidak ada komentar 164 views

Jakarta (DOC) – Menjaga kawasan konservasi bukan pekerjaan yang mudah.  Berbagai upaya dilakukan pemerintah guna mencegah kerusakan kawasan konservasi yang merupakan paru-paru dunia tersebut. Namun, ironisnya gangguan masih terjadi dari internal maupun eksternal . Beberapa gangguan eksternal yang masih marak seperti illegal loging dan penyelundupan hewan langka.  Sementara gangguan internal antara lain kebakaran hutan, perambahan hutan , penebangan kayu secara illegal dan penambangan liar.

Indonesia saat ini  memiliki 521  kawasan konservasi dengan luas total 27,2 juta hektare. Untuk menanggulangi kerusakan kawasan konservasi Kementerian Kehutanan RI berupaya melibatkan masyarakat. Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Kemenhut, Bambang Supriyanto, Minggu (4/11) mengatakan untuk mencegah kerusakan hutan di Indonesia,  pihaknya akan merangkul  peran serta masyarakat.

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung, memiliki program Bina Cinta Alam. Melalui program tersebut, pemerintah melibatkan masyarakat dari berbagai unsur.

Pertama, kelompok individu yang peduli dengan lingkungan. Kedua, lembaga swadaya masyarakat dan ketiga, kelompok mahasiswa.” Tugas mereka adalah menjaga  dan mengamankan kawasan konservasi. Termasuk juga memanfaatkan konvervasi untuk kepentingan masyarakat sekitar, lokal dan internasional,” jelasnya.

Sejak 1980, Pemerintah Indonesia telah menetapkan lima kawasan taman nasional yakni Taman Nasional Gunung Leuser,  Taman Nasional Balurang  Jatim, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Pangrango dan Taman nasional Komodo.

Selain itu, Indonesia juga memiliki kawasan cagar alam, suaka margasatwa, taman burung yang jumlahnya mencapai  535 unit  yang tersebar  diseluruh Indonesia. Ditambahkan kawasan konservasi yang dilindungi oleh pemerintah namun diperbolehkan untuk aktivitas masyarakat  seperti dimanfaatkan untuk wisata hutan, sebagai sumber energi, dan untuk menyerap karbon.

Melalui gerakan Bina Cinta Alam diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungannya.(K-4/kbr)